Meski kita tidak lagi mampu mengawasi orang yang kita kasihi, namun Tuhan tidak pernah mengabaikan mereka.
Ketika seorang gadis mesti pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikannya, sang ibu merasa sangat sedih. Dia merasa terpisah dari putrinya. Dia merasa akan berada jauh dari putrinya. Padahal selama ini ia senantiasa sangat dekat dengan putrinya. Dia selalu memberi nasihat kepada putrinya.
Ketika putrinya hendak meninggalkan rumah, dia menarik tangannya. Dia mengajaknya masuk kembali ke rumah. Tidak ada yang dia katakan. Dia hanya ingin menatap mata putrinya. Airmata meleleh membasahi wajahnya. Putrinya tersenyum menyaksikan tingkah ibunya.
Waktu hendak naik ke dalam mobil, sang mama berpesan, “Hati-hati ya, nak. Mama tidak ada di dekatmu.”
Putrinya berkata, “Mama tidak perlu cemas. Empat bulan lagi kan saya sudah pulang ke rumah untuk liburan.”

Pentingnya Dukungan
Berpisah dengan orang-orang yang kita cintai sering menjadi menjadi saat yang menyedihkan. Ada yang cemas tentang kondisi orang yang dicintai. Mereka kurang mau melepas orang yang dicintai itu pergi jauh dari hidup mereka. Mereka takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan orang yang dicintai itu.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk mau melepaskan orang-orang yang kita cintai untuk pergi melakukan sesuatu yang baik. Ibu itu merasa tidak tega melepas kepergian putrinya. Dia tentu sangat mencintainya. Dia ingin anaknya tetap dekat dengannya. Dia ingin anaknya baik-baik saja di kota.
Kita senantiasa hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Kita mesti membangun suatu kedekatan dalam relasi dengan yang lain. Dalam relasi yang dekat itu, kita saling mendukung dan memberikan perhatian. Namun kita tidak boleh mengembangkan suatu posesifitas yang berlebihan. Artinya, kita bisa lepas bebas dalam membangun relasi itu.
Mari kita saling mendukung dalam hidup bersama. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
