UKMC (Universitas Katolik Musi Charitas) gelar acara Wisuda Sarjana Strata 1, Diploma, dan Profesi ke XV, pada Sabtu (29/10) lalu di gedung Yayasan Xaverius Centrum Studiorum Jl. Bangau No.165 Palembang, Sumatera Selatan. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh 298 wisudawan yang berasal dari empat fakultas, yaitu Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan (FHIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Bisnis dan Akuntansi (FBA), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).

Pemindahan kuncir oleh masing-masing dekan dari setiap fakultas dan rektor Universitas Katolik Musi Charitas menjadi puncak acara wisuda ke XV tersebut. Usai pemindahan kuncir acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar alumni yang dipimpin oleh perwakilan dari masing-masing fakultas. Janji alumni diharapkan sebagai pengingat bahwa alumni UKMC hendaknya mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat tanpa membedakan ras dan golongan.
Para alumni juga diharapkan tetap menjujung nama baik almamater di manapun mereka berada. Ketua ikatan alumni Okta Priandy, S.T., CLMA, hadir dan menyerahkan kartu alumni sebagai tanda bahwa para wisudawan resmi menjadi anggota biasa ikatan alumni UKMC.
Sementara gelar wisudawan terbaik wisuda ke XV diraih oleh Aurelia Ferdinan dari Program Studi Psikologi dengan IPK 3.96 dan predikat cum laude. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa untuk sampai pada titik ini tentunya membutuhkan waktu yang tidak singkat dan perjuangan yang luar biasa. Namun, wisuda menjadi bukti dari hasil perjuangan mereka.

“Hari ini merupakan bukti nyata atas hasil perjuangan kami dalam melewati lika-liku demi mencapai mimpi tersebut. Sehingga kami berada di sini bukan lagi sebagai mahasiswa, tetapi sebagai wisudawan dan wisudawati,” tutur Aurelia.
Ia mengatakan, acara wisuda ini bukan akhir dari perjuangan dia dan teman-temannya. “Momen wisuda ini bukanlah akhir dari perjuangan kita, melainkan awal mula perjuangan hidup yang sebenarnya dalam memulai karir atau mengejar mimpi. UKMC menjadi tempat bagi kami untuk belajar, berdiskusi, membangun akhlak dan karakter serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita kami,” tegas Aurelia.
Dia mengatakan, seberapa mahal biaya pendidikan, seberapa megah gedung kampus atau seberapa tinggi IPK yang kita peroleh tidak ada gunanya tanpa attitude dan pengelolaan diri yang baik.
“Cara bersikap, bertutur kata, penenempatan diri dan sopan santun merupakan hal yang sangat dasar, namun begitu penting dalam kehiduan bermasyarakat,” tutur Aurelia.
Ia berharap, ke depannya almamater tercinta semakin maju dan sukses. Segala ilmu yang diterima menjadi pedoman dalam menentukan langkah hidup berikutnya. Tidak hanya berdasarkan teks di kelas, tetapi pengalaman berorgansasi, menjadi staf kampus, pengalaman praktik kerja lapangan dan kebersamaan lainnya yang telah dilaui dapat diambil pelajarannya sebagai bentuk implementasi ilmu dalam kehidupan.

Rektor UKMC Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E., M.Si., mengucakan selamat atas prestasi yang telah diraih oleh para wisudawan.
“Terima kasih kepada kalian semua. Terimakasih juga kepada orangtua yg sudah mendukung proses kalian, sehingga sampai pada tahap wisuda,” ucap Dr. Antonius Singgih.
Pria yang akrab disapa Pak Singgih itu menegaskan kembali bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses kehidupan tetapi merupakan proses awal yang sesungguhanya dalam kehidupan. Apa yang sudah diperoleh dalam proses pembelajaran interaksi di dalam komunitas akademika UKMC menjadi bekal untuk melangkah dalam proses kehidupan bermasyarakat.

“Proses perkuliahan dan kegiatan kampus menjadi bekal untuk masa depan. Nilai CHAMPION (Charity, Humanity, Alturisme, Managerial Capacity, Persistence, Integrity, Open Minded dan Novelty) harus selalu kita ingat dan terapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kiranya nilai-nilai ini akan menjadi berkah bagi kita semua,” pungaksnya.
Berbagai macam prestasi yang diraih bisa tetap dipertahankan demi menjaga eksistensi UKMC. Dengan demikian, tidak akan muncul kekuatiran bahwa suatu saat UKMC akan hilang. Karena itu, ia meminta dukungan dari para alumnus.

“Menghadirkan banyak alumni yang telah lulus dalam satu ikatan menjadi wadah yang baik untuk kita saling mendukung dan bekerja sama. Tentunya hal ini akan mejadi kemajaun untuk UKMC. Silahkan saling berkomunikasi melalui grup alumni. Di sana Anda sekalian boleh menghasilkan apa pun untuk UKMC,” jelasnya.
Ia meminta jika ada hal yang kurang memuaskan boleh disampaikan saja. Baik kritik atau kekecewaan karena hal ini penting bagi UKMC untuk memperbaiki diri. Sebaliknya hal-hal yang positif silahkan disebar untuk kebaikan bersama.
“Alumni maju, UKMC maju,” tandas Pak Singgih. **
Kristina Yuyuani Daro
