Tuhan tidak meminta kita melakukan apa yang kita tidak bisa, tetapi melakukan apa yang kita bisa dengan setia.
Bruce Eric Bowen Jr. lahir pada 14 Juni 1971. Dia adalah mantan pemain bola basket profesional Amerika. Bowen bermain di posisi small forward. Dia bermain untuk Miami Heat Asosiasi Bola Basket Nasional, Boston Celtics, Philadelphia 76ers, San Antonio Spurs dan Rockford Lightning dari Asosiasi Bola Basket Kontinental. Dia bermain di Prancis.
Salah satu bek “penguncian” perimeter yang paling ditakuti dalam sejarah NBA, Bowen terpilih ke NBA All-Defensive First and Second Teams sebanyak delapan kali. Sebagai anggota tim Spurs, ia ikut memenangkan kejuaraan NBA pada tahun 2003, 2005, dan 2007.
Banyak orang mengatakan bahwa Bruce Bowen bukan atlet basket luar biasa seperti Michael Jordan atau Kobe Bryant. Kemampuannya terbatas pada menjaga lawan dan membuat tembakan tiga angka dari pinggir lapangan. Namun dengan maksimal ia melakukan kedua hal tersebut, tanpa harus merasa bersalah karena tak dapat melakukan hal-hal lain. Tim San Antonio Spurs menganggap dirinya sebagai salah satu anggota terpenting.

Saling Melengkapi
Kemampuan seseorang dapat digunakan untuk melengkapi sebuah tim. Hal ini butuh kerja sama yang baik untuk meraih tujuan bersama. Talenta yang dimiliki dapat menyumbang banyak hal baik bagi kepentingan bersama. Namun sering orang memandang sebelah mata kemampuan terbatas dari seseorang.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk menghargai keterbatasan sesama kita. Bruce Bowens memanfaatkan keterbatasannya untuk mengasah keahliannya. Berkat shooting tiga angka dari pinggir lapangan, tim yang dibelanya mampu meraih juara. Kemampuan pertahanannya memberikan kebanggaan bagi timnya.
Banyak orang merasa diri kecil dan kurang mampu dalam berbagai hal. Alasannya adalah mereka hanya memiliki kemampuan dalam satu atau beberapa bidang saja. Mereka kurang menyadari bahwa justru kemampuan yang terbatas itu dapat mereka maksimalkan bagi hidup diri dan bersama. Ketika mereka sungguh-sungguh mengembangkan kemampuan yang terbatas itu, mereka tentu akan mencapai hasil yang maksimal dalam hidup mereka.
Mari kita kembangkan kemampuan-kemampuan terbatas diri kita menjadi hal-hal yang luar biasa. Dengan demikian, kita mampu membahagiakan diri dan sesama. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
