Mgr. Sudarso: Berkat Imamat Mengalir Dari Keluarga

Sang yubilaris, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ mengucapkan rasa syukurnya telah mencapai usia 77 tahun dan 50 tahun imamat. Beliau mengaku tidak memiliki keistimewaan apapun dalam dirinya. Penghayatannya dalam hidup sebagai imam bukan karena jasanya sendiri, melainkan keluarga, umat dan imam, serta rekan uskup.

Pastor Sudarso SCJ diapit kedua orangtua (Yulianus Ngadimin Siswosusanto dan Prudentiana Jeminem) bersama dengan Mgr. Joseph Hubertus Soudant SCJ | Foto: diolah kembali dengan teknologi AI dari dokumentasi pribadi Mgr. Sudarso

Pertama-tama, yang membuat saya mampu mengambil keputusan sebagai imam adalah warisan dari orang tua dan keluarga,” katanya.

Mgr. Sudarso SCJ bersama temannya saat kuliah di Amerika Serikat | Foto: diolah kembali dengan teknologi AI dari dokumentasi pribadi Mgr. Sudarso

Yang kedua adalah seluruh umat yang menerima kehadiran beliau sebagai imam. Beliau mengaku sangat senang dapat melayani imam di tengah umat. Beliau melihat Tuhan berkarya di tengah umat. Dengan melayani Tuhan yang hadir di dalam umat, beliau merasa bisa berkembang sebagai imam.

Sudarso kecil | Foto: diolah kembali dengan teknologi AI dari dokumentasi pribadi Mgr. Sudarso

“Saya bisa merangkul banyak orang yang mungkin jauh dari Allah. Merangkul mereka yang merasa berdosa. Itu tidak mungkin kalau saya sendiri tidak merasakan sentuhan Tuhan dalam hidup saya. Saya merasa bertumbuh dan berkembang karena melayani Tuhan yang hadir dalam diri umat,” akunya.

Ketiga, peran para imam dan biarawan/biarawati juga sangat besar dalam kehidupan uskup emeritus sebagai imam. Para biarawan/biarawati selalu mencoba menampilkan wajah Tuhan yang berbelas kasih di tengah umat dan masyarakat.

Mgr. Sudarso SCJ dekat dengan para imam, biarawan, dan biarawati | Foto: dokumentasi KOMSOS KAPal

Selain itu, para uskup yang hadir pada hari bahagianya ini juga menjadi ‘obat rindu’ bagi Mgr. Sudarso. Dalam kesempatan ini, beliau bisa kembali berjumpa dengan Mgr. Mandagi yang merupakan teman beliau sejak dulu; Mgr. Timang teman kuliah beliau ketika di Yogyakarta; serta Mgr. Turang.

Mgr. Sudarso dekat dengan umat dengan humornya | Foto: dokumentasi KOMSOS KAPal

“Saya mencapai usia 77. Mungkin saya diberi waktu oleh Tuhan untuk menyempurnakan banyak hal yang masih kurang dalam diri saya. Maka mari kita bersyukur atas anugerah Tuhan. Terima kasih atas doa-doa, karena itu sangat saya butuhkan untuk menjadi orang yang semakin dekat dengan Tuhan. Terima kasih atas banyak kasih yang diberikan pada saya,” tutur uskup emeritus.

Mgr. Sudarso SCJ duet bersama dr. Ayu | Foto: dokumentasi KOMSOS KAPal

Mgr. Sudarso menutup sambutannya dengan sebuah lagu berjudul ‘Let It Be’ bersama dr. Ayu, perwakilan kaum muda. Lagu ini mengungkapkan perjalanan hidup Mgr. Sudarso dan betapa Tuhan memberkati kita semua pada hari ini.

** Maria Sylvista

Leave a Reply

Your email address will not be published.