Misteri Sakramen Mahakudus (1)

Yesus Itu Sumber Kebaikan

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

“Kebaikan itu seperti sumber air,
Semakin ditimba semakin melimpah.
Semakin dibagikan,
Semakin memberkati!”

Hati Kudus Yesus sumber kebaikkan | Foto: https://cdn.shopify.com/

Yesus adalah sumber kebaikan. Dalam Sakramen Mahakudus, Tuhan mengundang kita:

“Barangsiapa haus, datanglah kepada-Ku!”

(Yohanes 7:37)

Sudah tak terbilang jumlahnya, orang menjadi suci, menjadi kudus karena menimba rahmat Allah melalui Sakramen Mahakudus. Mereka tekun mengunjungi Sakramen Mahakudus di tabernakel dan dalam Adorasi.

Menyambutlah dalam komuni suci. Melalui Sakramen itu, Yesus mencurahkan rahmat-Nya kepada mereka yang setia berdevosi kepada Sakramen Mahakudus di mana Hati Kudus Yesus sumber kebaikan dinikmati, seperti kata seorang nabi, ”Kalian akan menimba air sukacita dari sumber keselamatan!” (Yesaya 12:3).

Doa Kepada Sakramen Mahakudus

Yesus yang manis dan bijak, Engkaulah sumber harapan, harta kekayaan dan kekasih jiwaku.
Engkau tahu harga yang harus Engkau bayar untuk tinggal dalam sakrmaen mahakudus ini.
Ketika Engkau menetapkan sakramen ini, Engkau telah mengalami banyak sikap yang meremehkan dan menghina-Mu. Tetapi kekayaan kasih-Mu jauh lebih besar daripada kelemahan dan derita kami. Kasih dan kerinduan-Mu untuk mencintai kami melampaui segala sesuatu. Datanglah Tuhan, datangah dan masukilah hatiku! Tak satu ciptaan pun yang Engkau tolak. Aku ingin memberikan diriku secara total kepada-Mu.

Oh, Penebusku yang terkasih, bersabdalah dalam hatiku. Hamba-Mu mendengarkan. Perintalah aku, Tuhan. Aku ingin taat kepada-Mu serta setia dan bila gagal, sempurnakanlah supaya aku tahu apa yang berkenan di hati-Mu. Buatlah aku untuk tidak menginginkan apa-apa kecuali hanya melayani dan mengunjungi-Mu sesering mungkin dan menerima-Mu dalam komuni suci. Biarlah orang lain mencari kekayaan, tetapi perkenankan aku hanya mencintai dan merindukan kekayaan cinta-Mu – itulah yang kurindukan! Ketika menyantap makanan dari altar-Mu, buatah aku mengabaikan diriku sendiri, supaya kerinduanku hanya kepada kebaikan-Mu yang tak terbatas.

Doa kepada Bunda Maria

Oh, Bunda Perawan Murni, Bunda Allah, engkau unggul di antara orang kudus, engkau harapan para pendosa di samping Yesus Puteramu dan sumber sukacita sejati.

Dengan perantaraanmu, kami dapat dipersatukan dengan Allah. Bungkuslah aku dengan sayap belaskasihmu, kasihanilah aku orang berdosa dan ajarilah aku untuk bertekad melayanimu dan tuntunlah aku bergabung dalam komunitas para hambamu dan jangan sampai setan menarikku ke neraka. Perawan yang terberkati, aku merindukanmu dan lindungilah aku seperti anak kesayanganmu, jangan sampai aku terjerat oleh tipu setan. Oh perawan tersuci, dampingilah aku untuk mengunjungi Tuhanku, ajarilah aku berbicara kepada-Nya seperti engkau berbicara kepada-Nya dan mencintai Dia seperti engkau mencintai-Nya. Amin. **

Yohanes Haryoto SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.