Ada banyak definisi tentang retret. Namun kita dapat memaknai retret kali ini sebagai sebuah kegiatan spiritual selama periode tertentu untuk merefleksikan lebih dalam hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Dalam retret ini, kita melihat kembali beberapa pengalaman kita dan membuat rencana untuk masa depan, sehingga hidup dan pelayanan kita sebagai Dehonian bisa semakin menjadi lebih baik. Dua hal yang perlu kita lakukan adalah lebih banyak berdoa dan merenung dalam keheningan.
Jadi, selama retret ini, saya mengajak saudara-saudara untuk berdiam diri, hening (silentium), sepanjang hari. Hanya waktu makan malam kita bisa berbicara satu sama lain, jika perlu. Selama waktu pribadi, silahkan gunakan untuk hening sendiri.
Selain itu, ini adalah kesempatan pertama kali dalam hidupku memberi retret untuk para frater yang akan menerima tahbisan diakon, dan para diakon yang akan menerima tahbisan imam, beberapa hari lagi. Maka, dengan rendah hati, saya minta maaf, jika ada hal-hal yang terjadi selama retret ini, kurang berkenan di hati saudara-saudara.

Dalam retret ini, saya hanya ingin berbagi dengan saudara sekalian tentang pemahaman, pengalaman, pergumulan, dan impian atau idealisme saya dalam kehidupan saya sebagai seorang imam SCJ.
Itulah, kata-kata yang saya sampaikan dalam Bahasa Inggris, dalam pembukaan retret untuk dua frater SCJ Vietnam, yang akan menerima tahbisan diakon dan tiga orang diakon SCJ, yang akan menerima tahbisan imam tanggal 29 Desember 2022, di Vietnam.
Retret selama lima hari ini kuberi judul, “The Joy of Priesthood” (Sukacita Imamat). Aku berharap, para diakon yang akan ditahbiskan menjadi imam ini, nantinya mengalami sukacita dalam hidup dan pelayanannya sebagai imam SCJ.

Retret ini bertempat di rumah retret “Suster Xi To”, di kota Vung Tau, sekitar 150 menit perjalanan dengan mobil, dari biara kami, di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Rumah retret ini berada di lereng bukit, dan hanya sekitar 250 meter dari pantai.
Di kompleks rumah retret ini juga ada biara, yang dihuni 70 suster. Mereka adalah biarawati kontemplatif, pemilik dan pengelola rumah retret ini. Di kompleks biara ini juga ada rumah penginapan untuk umum. Mengenai akomodasi atau tarif retret di tempat ini adalah sukarela. Mengapa? Karena, para suster tidak memasang tarif untuk para tamu atau peserta retret, tarifnya sesuai kerelaan hati para tamu. Hmmmmm… Apakah Anda mau retret di sini?



Retret itu ya, bukan hanya untuk biarawan-biarawati dan imam, atau calon imam… awam juga boleh retret…. Tujuan utama retret adalah untuk merenung, berdoa dan berdoa, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta… setuju?
Aloysius Tri Mardani SCJ

Amin
Boleh