Misteri Sakramen Mahakudus (6)

Tiga Alasan Berdevosi kepada Hati Kudus Yesus

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

“Iman adalah terang dalam ketidaktahuan,

Hati lembut, lahan subur tuk mencinta, berkorban dan silih!”

Hati Kudus Yesus | Foto: Pinterest.com

Tuhan Yesus mempertaruhkan hidup-Nya untuk mencintai manusia. Ia tidak hanya menjadi manusia, rela menderita dan wafat di salib! Tetapi Ia juga sudi tinggal dalam Sakramen Mahakudus; siang dan malam, Ia memanggil, menunggu dan menyambut siapa saja yang mengunjungi-Nya.

Oh Tuhan Yesus, aku sungguh yakin dan percaya bahwa Engkau hadir dalam Sakramen ini! Aku menyembah-Mu dalam ketidakpantasanku, dan aku sungguh bersyukur atas anugerah pemberian diri-Mu kepadaku dalam Sakramen ini, dan juga atas pemberian Bunda tersuci Maria sebagai penolongku dan senantiasa mengingatkan aku untuk mengunjungi-Mu dalam gereja yang kudus. 

Saat ini aku mempersembahkan kepada Hati-Mu yang Mahakudus untuk tiga alasan. Pertama, ucapan syukur dan terima kasihku atas pemberian diri-Mu yang mengangumkan itu. Yang kedua, aku ingin membuat silih bagi mereka yang tidak hormat dalam menyambut Sakramen Mahakudus dan melukai-Mu. Yang ketiga, aku ingin “mengganti” mengunjungi dan menyembah-Mu di mana Sakramen Mahakudus dalam tabernakel tidak ada yang mengunjunginya. Aku ingin membuat silih untuk seluruh dunia di mana Sakramen Mahakudus dibiarkan begitu saja, tanpa ada umat yang mengunjunginya.

Oh, Yesusku, aku mencintai-Mu dengan segenap hatiku. Aku menyesal atas sikap, ucapan dan tindakanku yang melukai Hati-Mu yang Mahakudus dan sumber kebaikan yang tak pernah kering. Dengan bantuan rahmat-Mu, aku berusaha untuk tidak melukai-Mu lagi di masa selanjutnya.

Aku ingin mempersembahkan seluruh hidupku kepada-Mu. Aku persembahkan seluruh milik dan kehendakku kepada-Mu. Dari sejak saat ini, lakukan kehendak-Mu dalam diriku; ya mampukan aku melakukan sesuatu yang berkenan di Hati-Mu.

Aku ingin mengupayakan hanya demi kasih-Mu yang kudus agar sempurnalah hidupku dan kehendak-Mu terlaksana sepenuhnya. Aku ingin membuat silih untuk jiwa-jiwa di api penyucian terutama mereka yang berdevosi kepada Sakramen Mahakudus dan menghormati Bunda tersuci Maria.

Aku ingin terus mendoakan para pendosa dengan mempersatukan persembahan diriku melalui Hati Kudus-Mu kepada Allah Bapa yang kekal dan semoga Bapa menerima mereka semua dan menyelamatkan mereka demi kasih serta belas kasih-Mu.

Doa kepada Bunda Maria

Oh, Perawan Maria yang kudus, St. Bernardus menyebutmu sebagai “pencuri hati!” Ia mengatakan bahwa engkau mengambil hati dengan keibuan dan kebaikanmu. Ambillah hati dan kehendakku, aku serahkan semuanya kepadamu. Aku rindu mempersembahkan semua hidupku hanya kepada Allah melalui engkau, ya ibuku! Bunda Maria yang tiada tara kebaikannya, doakanlah aku! Amin. **

Yohanes Haryoto SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.