Misteri Sakramen Mahakudus (7)

Aku Ini Cacing dan Engkau Mengasihi Aku!

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

“Untuk memiliki Allah dalam segalanya,

 Jiwa harus terbebas dari semuanya”

Ego Sum Pastor Bonus (Aku ini Gembala Yang Baik) | Foto: Pinterest

Pater Dehon, Pendiri Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ), merumuskan bahwa inkarnasi adalah perjalanan Allah mencari manusia sampai manusia menemukan Allah, dan bersama Dia manusia menikmati sukacita abadi!

St Peter Alcantara berkata, “Inkarnasi adalah Sang Mempelai yang meninggalkan peraduannya untuk menemani kita manusia agar kita tidak berjalan sendirian!” Dialah gembala yang telah memberikan hidup-Nya kepada domba gembalaan-Nya. Bahkan kematian-Nya di kayu salib tidak menghalangi-Nya untuk tetap menyertai kita.

Dia berkata, “Aku menyertaimu senantiasa sampai kepada akhir jaman” (Matius 28:20). Berbagialah aku ini!

Ia berkata, “Domba-Ku yang terkasih, Aku senantiasa bersamamu; untukmu Aku tinggal di dunia ini dalam Sakramen; di sini kalian bisa menjumpai-Ku kapan pun engkau mau Aku pasti membantu dan menghiburmu dengan kehadiran-Ku; Aku tidak pernah meninggalkan kalian sampai akhir dunia selama kalian masih di bumi ini!”

Oh Tuhan yang manis, penyelamatku yang terelok, sekarang aku mengunjungi-Mu di altar, tetapi Engkau menjawabnya dengan kasih yang tiada tara ketika Engkau memasuki jiwaku saat aku menyambut komuni suci; Engkau tidak hanya hadir, tetapi juga menjadi makanan jiwaku; Engkau menyatu dan memberi seluruh diri-Mu kepadaku, hingga aku bisa berkata dengan sungguh, “Yesusku, kini Engkau menjadi milikku seutuhnya. Sejak Engkau memberikan diri-Mu kepadaku, maka sangat tepat bila kemudian aku memberikan diriku kepada-Mu seutuhnya. Aku ini cacing dan engkau Allah dan Engkau tetap mengasihiku!”

Oh Allah yang penuh kasih. Oh kekasih jiwaku. Kapankah aku menemukan diriku dalam Engkau secara nyata dan tidak hanya dalam kata? Engkau akan melakukan itu. Dengan darah-Mu Engkau mendorongku untuk semakin percaya diri sampai aku sungguh menemukan diriku dalam diri-Mu dan aku tak ada apa-apanya!

Engkau dengan murah hati mendengar doaku; mendengar doaku saat ini khususnya jiwa yang rindu sungguh mencintai-Mu. Aku rindu mencintai-Mu dengan segenap kekuatanku. Aku ingin taat kepada-Mu dalam segala kehendak-Mu tanpa interese pribadi, tanpa syarat dan tanpa batas.

Aku sadar untuk memiliki-Mu dalam segalanya, aku harus terbebas dari semuanya. Aku ingin melayani-Mu dengan sepenuh hati, hanya menyenangkan hati-Mu saja.

Oh, Anak Allah yang kekal, ambillah segala kebebasanku, kehendakku, dan semua milikku bahkan seluruh diriku kupersembahkan kepada-Mu. Aku mencintaiMu, aku senantiasa rindu tinggal bersama-Mu. Aku rindu Engkau! Aku rindu Engkau, ya aku rindu Engkau, ya Yesusku. Buatlah diriku menjadi milik-Mu.

Doa kepada Bunda Maria

Oh, Perawan yang mempesonaku. Seluruh Gereja mengakui engkau adalah harapan kami. St. Bernardus menyebutmu “Engkaulah dasar dan sumber seluruh harapan!” Biarlah semua yang putus asa berharap padamu. Demikian juga aku berseru: Oh Ibuku, engkau senantiasa menyelamatkan mereka yg putus asa; kepadamu aku letakkan seluruh harapan hidupku! Bunda Maria, doakan aku kepada Yesus, anakmu! Amin.

**Yohanes Haryoto SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.