Paus Berduka atas Korban Penembakan Massal yang Tidak Masuk Akal di Serbia

Paus Fransiskus mengungkapkan kesedihan atas dua penembakan massal terpisah baru-baru ini di Serbia, di mana banyak orang tewas dan lainnya terluka.

Paus Fransiskus pada Jumat (5/5) mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas berita penembakan baru-baru ini di Serbia yang menewaskan tujuh belas orang, termasuk delapan pelajar muda, dalam dua insiden terpisah.

Dalam sebuah telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ladislav Német dari Beograd, dan ditandatangani atas namanya oleh Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin, Bapa Suci menyampaikan “belasungkawa yang tulus dan jaminan doa kepada semua orang yang terkena dampak tindakan kekerasan yang tidak masuk akal ini.”

Penembakan

Penembakan pertama terjadi pada Rabu (3/5) ketika seorang anak laki-laki berusia 13 tahun melepaskan tembakan yang menewaskan delapan siswa dan seorang penjaga keamanan di Sekolah Dasar Vladislav Ribnikar di Beograd.

Penembakan kedua terjadi pada Jumat (5/5) pagi di desa Mladenovac dan Dubona ketika seorang pemuda mulai menembaki orang-orang dari mobil yang bergerak dengan senjata otomatis setelah bertengkar dengan petugas polisi di taman Dubona pada Kamis malam.

Delapan orang tewas di tempat dan 14 lainnya luka-luka, dua di antaranya kritis. Kedua tersangka telah ditahan.

Buntut dari penembakan massal sekolah di Beograd | Foto: Vatican News

Paus Bersatu Dalam Kesedihan dengan yang Berduka

Paus berkata bahwa dia “secara rohani dipersatukan dengan kesedihan manusia dari mereka yang berduka atas kematian para korban tak berdosa yang dia serahkan ke pelukan penuh kasih dari Tuhan Yang Bangkit.

“Sambil memohon penghiburan dan kekuatan Roh Kudus atas keluarga yang berduka dan yang terluka agar mereka dapat dipertahankan dalam iman mereka,” bunyi telegram itu, Paus memberikan berkat Apostoliknya yang menghibur.

Larangan Izin Senjata Baru

Presiden Serbia, Aleksandar Vučić, mengutuk penembakan yang menggambarkan mereka sebagai “serangan terhadap kita semua” dan mengumumkan sejumlah tindakan keamanan baru, termasuk rencana untuk mempekerjakan 1.200 petugas polisi baru.

Dia juga berjanji untuk menerapkan larangan izin senjata baru, hukuman yang lebih keras untuk kepemilikan senjata ilegal dan pemeriksaan psikologis pemilik senjata.

Penembakan massal sangat jarang terjadi di Serbia, yang memiliki undang-undang senjata yang sangat ketat, tetapi kepemilikan senjata di negara tersebut termasuk yang tertinggi di Eropa. **

Linda Bordoni (Vatican News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.