Buatlah Kristus Semakin Bertumbuh dalam Dirimu
Doa
“Tuhan Yesus,
Bantulah aku setiap hari untuk mengenalMu secara baru,
Dan mencintaiMu lebih hangat dan mesra lagi.
Perkenankan aku terus tinggal bersamaMu,
Sehingga bukan aku lagi yang hidup,
melainkan Engkau saja dan hidupku hanya untukMu!” Amin.

Pengajaran
Apa yang bisa kita lakukan supaya “hidup Kristus semakin bertumbuh dalam jiwa kita?” Jawabnya: kita harus memiliki keutamaan kristiani dan terus-menerus kita wujudkan! Selain itu, ada beberapa hal yang mendasar yang harus kita perhatikan.
Pertama-tama, kita harus membuka diri terhadap kehidupan Allah dengan aneka cara. Pintu sederhana yang harus kita buka adalah Doa dan Sakramen. Seorang Katolik yang setiap hari, di pagi hari mengawali hidupnya dengan berdoa, dia membuka diri untuk dipimpin oleh Roh Allah. Tatkala kita berdoa, jiwa mencecap air kehidupan. Orang yang mendaraskan dan membatinkan “bucket rohani” barang tiga puluh menit dalam meditasi setiap hari, ia tinggal bersama Yesus. Inilah inti berdoa.
Kita menghadap Tuhan Yesus dan merasakan kehadiranNya. Berdoa itu sangat sederhana: tinggal bersama Yesus, berbicara apa adanya dan sesering mungkin mencari waktu untuk itu. Berdoa adalah cara yang pasti untuk menjalin persahabatan dengan Tuhan Yesus. Kalau ini kita lakukan, Tuhan Yesus pasti bertumbuh dalam diri kita dan senantiasa menyalurkan kekayaan rahmatNya sampai kita mencapai persatuan yang sempurna. Dialah sumber aneka karunia yang kita perlukan setiap hari dalam hidup.
Selain berdoa, pintu lain yang harus kita buka adalah Sakamen! Hidup kita akan senantiasa dibarui ketika kita sering menerima Sakramen Pengampunan Dosa. Dalam Ekaristi Kudus, jiwa kita semakin intim bersatu untuk menghasilkan buah yang berlimpah. Darah Kristus tercurah dalam diri kita. Ini menguduskan dan membersihkan kita dari dosa! Ini sesuai dengan sabdaNya, “”Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…!” (Yoh 15:5). Saat itu, Dia menjadi sumber utama untuk semua perbuatan baik kita. Selain itu, bila kita ingin Yesus tetap bertumbuh dalam jiwa kita, kita mesti memberi makan kepadaNya. Tetapi makanan apa yang cocok untuk Tuhan Yesus? Makanan Yesus tidak sulit: “MakananKu adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya!” (Yoh 4:34). Di tempat lain Dia bersabda, “Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudaraku laki-laki, dialah saudaraku perempuan, dialah ibu-Ku!” (Mat 12:50).
Suatu hari Tuhan Yesus menampakkan diri dalam wujud anak kecil kepada seorang pertapa yang baik. Pertapa itu tidak peduli akan penampakkan itu. Dia tetap menjalankan tugasnya. Ketika ada tugas baru, dia tinggalkan penampakkan itu. Dia lebih mantaati tugas yang diberikan oleh pemimpinnya daripada menikmati penampakkan. Di saat lain, Yesus menampakkan diri dalam wujud anak muda dan berkata, “Kamu lihat, anakku, bagaimana aku terus bertumbuh dalam jiwamu? Aku terus bertumbuh dalam jiwamu karena engkau setia pada kaul ketaatanmu! Engkau melakukan kehendak BapaKu di surga melalui pemimpinmu.”
Hidup kita harus merupakan wujud ketaatan kita kepada Allah; kita melaksanakan kehendak atau rencanaNya. Itulah makanan Tuhan Yesus yang membuat Dia terus bertumbuh dalam diri kita.
Akhirnya kalau Kristus tinggal dan hidup dalam diri kita, kita akan mudah mengerti apa yang Ia kehendaki – apa yang harus kita lakukan dan itulah tanda-tanda bahwa Kristus tinggal dalam diri kita. Coba ingatlah saat, atau hari atau jam yang khusus. Di mana Yesus menampakkan diri dalam kebesaran dan keindahanNya. Bisa jadi waktu kita menerima Komuni Pertama, atau setelah retret yang mengesan, atau setelah pengakuan dosa – saat yang indah dan tak terlupakan. Ingatlah kembali memori atau peristiwa khusus itu untuk menyadari kehadiran Kristus secara istimewa. Kalau kita bisa membuat kesadaran seperti itu setiap sore, kita pasti menemukan Kristus yang sedang tumbuh dalam jiwa kita!
Bucket Rohani
“Semakin aku mengenal dan mencintai Kristus, Ia semakin tumbuh dan berkembang dalam jiwaku” – St. Thomas
