Kitab Kejadian: Antara Kisah Penciptaan dan Abraham

Film His Only Son baru-baru ini menjadi perbincangan hebat. Pasalnya, ada yang mengatakan bahwa kisah Abraham yang terkandung di film itu, tidaklah sama dengan yang terkandung dalam Kitab Suci salah satu agama, yang menjadi mayoritas di negeri kita yang tercinta ini.

Poster Film His Only Son | Foto: google.com

Kisah Abraham dalam Film His Only Son ini diambil dari Alkitab Ibrani, yang menjadi salah satu kitab dua agama besar di dunia, yaitu Yahudi dan Kristen. Kitab Kejadian atau dalam Bahasa Ibrani בְּרֵאשִׁית (read: Bərēʾšīṯ). Bərēʾšīṯ adalah beberapa kata awal dalam kalimat pertama Kitab Kejadian, terjemahan Indonesianya: ‘pada mulanya’ atau dalam Bahasa Inggris: ‘in the beginning’.

Kitab Kejadian dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama bab, 1-11 menceritakan kisah penciptaan. Bab 12-50 menceritakan kisah Abraham dan keturunannya.

Allah menciptakan langit dan bumi | Foto: Pinterest

Bagian Pertama

Bagian pertama, menggambarkan Allah adalah creator dan designer dari segala sesuatu. Allah menciptakan langit dan bumi. Dia menciptakan terang, lalu memisahkannya dari gelap, yang terang dinamakan siang, yang gelap dinamakan malam (Kejadian 1:2-5), menciptakan dan memisahkan daratan dan air (Kejadian 1:9-10), menciptakan tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:10-13), hewan, (Kejadian 1:20-25), dan dihari keenam, Allah menciptakan manusia seturut gambar dan rupa-Nya. Diciptakannya manusia pertama bernama Adam.

“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

(Kejadian 1:26)

Dan setelah selesai menciptakan, Allah melihat semua buatan tangan-Nya baik adanya. Dia juga membuat taman Eden, agar manusia yang diciptakannya bisa hidup bahagia.

Kisah penciptaan | Foto: google.com

Adam mulanya tinggal sendirian di Taman Eden. Nah, Allah melihat kalau Adam ini ‘tidak ada penolong yang sepadan dengan dia’, yang adalah sesama manusia. Istilah jaman sekarang tidak punya partner hidup. Maka Allah menciptakan perempuan yang diambil dari tulang rusuk Adam (Kejadian 2:18-23).

Allah punya satu rule kepada manusia, yaitu jangan memakan pohon pengetahuan yang ada di Taman Eden.

“Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

(Kejadian 2:16-17)

Namun, iblis menggoda Hawa untuk memakan buah terlarang. Dan terjadilah, Hawa juga memberikan buah pohon pengetahuan itu kepada Adam.

Iblis dalam rupa ular menggoda Hawa memakan buah terlarang | Foto: google.com

Dari awal Allah menyediakan yang naik untuk manusia. Jadi di masa awal, Tuhan menetapkan kehendak-Nya kepada manusia, yaitu pure kebaikan. Tapi setelah memakan pohon pengetahuan, manusia jadi memiliki kehendak bebas untuk pilih yang baik atau jahat. Allah itu kehidupan, ketika manusia memberontak terhadap Allah, dia menjauh dari kehidupan.

Maka, Adam dan Hawa yang melanggar, diusir dari taman Eden. Mereka harus bersusah payah mencari rezeki (Kejadian 3:17), kehidupan mereka tidak lagi abadi, karena mereka diciptakan dari debu dan tanah, dan suatu saat akan kembali ke debu dan tanah (Kejadian 3:19).

Namun meski demikian, Allah masih menjanjikan keselamatan atas Adam dan Hawa serta keturunannya ini. Kisah terus berlanjut, Adam dan Hawa beranak pinak. Singkat cerita, sampai pada Abraham. Kisah tentang Abraham dibuka dengan janji Allah kepadanya, yang akan menjadikannya bangsa besar.

Abraham dan Sara | Foto: google.com

“Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

(Kejadian 12:1-3)

Abram menikah dengan Sarai. Namun mereka belum memiliki keturunan dalam usia perkawinan yang cukup lama. Lalu Sarai pun menyuruh Abram untuk ‘menghapiri’ Hagar. Hagar ini orang Mesir, hambanya Sarai (Kejadian 16:2-3). Lalu Hagar hamil dan dia mulai memandang rendah Sarai (Kejadian 16:4).

Sarai meminta Abraham ‘menghampiri’ Hagar | Foto: google.com

Emosilah Sarai dan menindas Hagar. Lalu hagar kabur, tapi dia diminta malaikat Allah untuk kembali (Kejadian 16:9). Allah janji bahwa keturunan Hagar akan menjadi sangat banyak.

“Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” 

(Kejadian 16:10)

Dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ismael.

Hagar dan Ismael | Foto: google.com

“Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.”

(Kejadian 16:11)

Ismael dikatakan akan berlaku seperti keledai liar. Tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.

“Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

(Kejadian 16:12)

Hagar melahirkan Ismael saat Abram berusia delapan puluh enam tahun (Kejadian 16:16). Allah menampakkan diri lagi kepada Abram saat ia berusia sembilan puluh sembilan tahun (Kejadian 17:1). Saat itu Allah berjanji akan menjadikan keturunannya banyak. Dia akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa (Kejadian 17:2-4). Maka namanya diubah dari Abram menjadi Abraham (Kejadian 17:5). Nama Sarai pun diubah menjadi Sara (Kejadian17:15).

Sara melahirkan Ishak | Foto: google.com

Allah berjanji akan memberikan keturunan dari Sara, yaitu seorang anak laki-laki, sehingga Sara akan menjadi ibu bagi bangsa-bangsa. Raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari keturunan Sara ini.

“Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”

(Kejadian 17:16)

Karena mereka berdua sudah lanjut usia, Abraham 100 tahun dan Sara 90 tahun (Kejadian 17:17), maka Abraham tertawa dalam hati. Lalu Abraham pun berkata kepada Tuhan tentang Ismael, anak dari Hagar.

Tapi, Allah mengatakan kalau keturunan Abraham yang dijanjikan-Nya ini bukan dari Hagar, tapi dari Sara.

“Tetapi Allah berfirman: ‘Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya’”.

(Kejadian 17:21)

Namun tentang Ismael, Allah juga berjanji akan memberkatinya, sesuai permintaan Abraham. Tetapi kepada siapa yang akan menjadi ‘keturunan terjanji’ adalah anak dari Sara, yang bernama Ishak (Kejadian 21:2-3).

Ismael dan Ishak dipisahkan oleh Sarah | Foto: google.com

Hingga suatu hari, Ishak bermain dengan Ismael. Sara yang melihat hal itu mengusir Hagar dan Ismael (Kejadian 21:10). Abraham sebal dengan sikap Sara ini. Tapi Allah justru berfirman kepadanya, kalau Abraham harus mendengarkan Sara, karena yang akan disebut keturunan Abraham itu berasal dari Ishak, anaknya Sara.

“Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: ‘Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.’”

(Kejadian 21:12)

Berbagai kisah hadir setelah ini, tentang Ishak yang hendak dipersembahkan sebagai kurban bakaran (Kejadian22:1-12), Ishak menikah dengan Ribka (Kejadian 25:20), lalu mereka beranak pinak dan salah satu anaknya Yakub kelak menjadi garis keturunan Raja Daud, yang menjadi leluhur Tuhan Yesus.

Abraham mengorbankan Ishak putera semata wayangnya dengan Sara | Foto: google.com

Jadi, guys, Inti dari bagian pertama Kitab Kejadian ini adalah karya tangan atau semua yang diciptakan Allah itu baik adanya, Dia menciptakan manusia serupa dengan gambaran-Nya, namun manusia jatuh dalam dosa karena melanggar perintah Allah. Selanjutnya dalam bagian kedua, Allah menjanjikan keselamatan lewat Abraham. Cucunya Abraham, yaitu Yakub selanjutnya bernama Israel, yang kita tahu adalah bangsa pilihan Allah.

**Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.