Pastor Paroki Gaza, Pastor Gabriel Romanelli, telah menerima dua panggilan telepon dari Paus Fransiskus sejak awal perang untuk mengetahui bagaimana keadaan masyarakat di sana ketika serangan Israel sedang berlangsung setelah serangan teroris Hamas.
Paus Fransiskus terus-menerus mengikuti apa yang terjadi di Gaza, menjangkau komunitas kecil Kristen di Jalur Gaza melalui telepon. Pastor paroki Pastor Gabriel Romanelli mengatakan kepada Vatican News tentang dua panggilan telepon yang dia terima dari Paus sejak Sabtu (7/10). Pastor Romanelli saat ini berada di Betlehem dan terus berhubungan dengan umat di parokinya.
“Paus menelepon saya beberapa menit yang lalu”, katanya.
“Dia mengungkapkan kedekatannya dan memanjatkan doanya.”
Pastor Romanelli mengatakan dia “berterima kasih atas seruannya untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan semua kekerasan, semua terorisme dan semua perang.”
Paus, tambahnya, “ingin menunjukkan kedekatannya, dan sekarang dia akan memanggil komunitas secara langsung dengan vikaris saya membantu orang-orang yang menjadi pengungsi di paroki.”

Komunitas Katolik Mendapat Kecaman
Paroki Gaza adalah rumah bagi sekitar 150 orang yang kehilangan rumah atau mencari tempat yang aman dari pemboman, kata pastor kelahiran Italia itu.
Ia mencatat bahwa penggerebekan tersebut berdampak pada seluruh wilayah, namun ia mengatakan belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan di kalangan komunitas Kristen.
Di seluruh Gaza, ada lebih dari 770 kematian yang dilaporkan dan 4.000 orang terluka pada Selasa (10/10), akibat serangan Israel sebagai tanggapan terhadap serangan teroris oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober.
“Paus Fransiskus juga menelepon (pada hari Senin),” kenang pastor paroki, menjelaskan bahwa Paus ingin mengetahui bagaimana keadaan umat dan paroki.
Paus juga menyampaikan “berkatnya agar setiap orang dapat merasakan kedekatan dengan Gereja.” **
Michele Raviart (Vatican News)
