“Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah,” kata Nabi Yesaya (Yesaya 40:28-31).
Kapal-kapal nelayan diterpa badai, ketika sedang menjala ikan di Laut Flores. Laut ini dikenal kurang bersahabat saat musim hujan tiba. Orang-orang di sana menyebutnya sebagai musim barat. Biasanya angin kencang menerpa bumi Nusa Tenggara Timur pada musim ini.
Karena itu, seharusnya para nelayan beristirahat di rumah. Mereka tidak perlu melaut untuk menjala ikan. Namun tidak melaut berarti asap dapur tidak mengepul. Sejumlah kapal nelayan nekad melaut untuk menangkap ikan bagi kehidupan keluarga mereka.
Suatu hari, menjelang pagi, angin sakal tiba-tiba menghantam kapal-kapal nelayan. Para nelayan sedang siap-siap untuk pulang ke dermaga ikan. Mereka terkejut. Mereka mesti mempertahankan kapal mereka, agar usaha semalam-malaman tidak sia-sia. Mereka tidak ingin ikan-ikan itu kembali ke laut lepas. Mereka bekerja keras untuk mengendalikan kapal-kapal mereka.
Beberapa nelayan di sebuah kapal berusaha mengeluarkan air laut yang masuk ke dalam kapal mereka. Ada yang berusaha untuk membentangkan layar, karena mesin kapal yang mati. Tidak ada yang menyerah hingga angin sakal itu lenyap dari kapal-kapal mereka.
“Kita menyerah berarti kita mati tenggelam. Kita harus terus berjuang mengatasi angin sakal,” kata seorang nelayan.
Tuhan pasti Buka Jalan
Ada berbagai rintangan dan tantangan yang sering menghadang perjalanan hidup kita. Ada yang ringan, tetapi ada yang sangat berat. Banyak orang tetap bertahan menghadapi rintangan-rintangan. Mereka berusaha untuk keluar dari rintangan-rintangan itu. Namun ada juga yang mudah menyerah. Sedikit saja ada rintangan, mereka menghindar atau bahkan tidak berani menghadapinya.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani mempertaruhkan hidup, ketika ada rintangan dan tantangan silih berganti menerpa hidup kita. Rintangan dan tantangan itu menjadi alat untuk memurnikan keteguhan hidup kita.
Kita mesti sadar bahwa dalam hidup ini selalu saja ada tantangan dan rintangan. Hidup kita akan semakin kuat dan mantap, ketika kita berani menghadapi tantangan dan rintangan. Artinya, ketika ada rintangan dan tantangan kita tidak menyerah kalah begitu saja.
Orang beriman mesti bertahan dalam tantangan dan rintangan, karena yakin bahwa Tuhan tidak meninggalkan dirinya bekerja sendirian. Tuhan senantiasa mengulurkan bantuan, ketika ciptaanNya berada di jalan yang buntu. Tuhan pasti membuka jalan baginya.
Karena itu, yang dibutuhkan adalah sikap terbuka terhadap bantuan dari Tuhan. Orang mesti berani menyerahkan seluruh hidup kepada penyelenggaraan Tuhan. Orang mesti yakin bahwa Tuhan yang mahapengasih dan penyayang memberikan yang terbaik bagi dirinya. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
