Mengapa Gereja Katolik Merayakan Pesta Kerahiman?

Tahukah kamu mengapa Gereja Katolik mendedikasikan Minggu Paskah ke-2 sebagai Pesta Kerahiman Ilahi? Ternyata, Tuhan Yesus sendiri yang menginginkannya. Keinginan ini disampaikan Tuhan Yesus kepada Santa Maria Faustina Kowalska. Santa Faustina adalah seorang biarawati asal Polandia, yang hidup dari tahun 1905-1938. Selama hidupnya, berulang-ulang Tuhan Yesus mewahyukan diri kepada Santa Faustina sebagai sosok Allah yang Maharahim. Maka, Santa Faustina juga dikenal sebagai rasul kerahiman Ilahi.

Peristiwa-peristiwa pewahyuan diri Yesus kepada Santa Faustina ini dicatat dalam Buku Harian Santa Faustina sebanyak 1.828 nomor atau tebal buku terjemahan Bahasa Indonesianya sekitar 1.045 halaman. Menurut Santa Faustina, mencatat peristiwa-peristiwa ini, bukanlah keinginannya, melainkan keinginan Tuhan Yesus, melalui bapa pengakuannya (bdk. Pengantar Buku Harian St. Faustina).

Kisah Perjalanan Minggu Karahiman Ilahi

Berawal dari permintaan Yesus kepada Santa Faustina untuk melukis diri-Nya yang Maharahim, sebagaimana penampakan-Nya. Yesus berjubah putih, tangan kanan-Nya terangkat seperti memberi berkat, sedang tangan kirinya menyentuh bagian dada, yang memancar dua sinar besar, satu berwarna merah, yang satu lagi putih. Yesus meminta Santa Faustina menambahkan seruan ‘Yesus, Engkaulah Andalanku!’ di bawah gambar itu (Buku Harian Santa Faustina 47).

Sore itu ketika aku berada di dalam kamarku, aku melihat Tuhan Yesus berpakaian jubah putih. Tangan kanan-Nya terangkat seperti sikap memberi berkat, sedangkan tangan kiri-Nya menyentuh jubah-Nya pada bagian dada. Dari balik jubah itu, terpancarlah dua sinar besar: yang satu berwarna merah dan yang lain berwarna pucat. Dalam keheningan aku terus menatap Tuhan; jiwaku tersentak oleh rasa takut, tetapi juga oleh sukacita yang besar. Tidak lama kemudian, Yesus berkata kepadaku, “Lukislah sebuah gambar tepat seperti yang engkau lihat ini, dengan tulisan di bawahnya: Yesus, Engkaulah Andalanku! Aku ingin supaya gambar itu dihormati mula-mula di kapelmu, dan (kemudian) di seluruh dunia. (Buku Harian Santa Faustina 47).

Lalu Yesus menyampaikan kerinduan-Nya akan suatu Pesta Kerahiman, pada Minggu pertama sesudah Paskah, sebagaimana kita kenal dengan Minggu kedua Paskah. Saat itu, lukisan Kerahiman-Nya diberkati dan dihormati secara meriah. Tujuannya agar seluruh jiwa mengenal Kerahiman-Nya, terutama para pendosa (bdk. Buku Harian Santa Faustina 49; 139; 341; 420; 699; 742).

“Pesta ini muncul dari lubuk kerahiman-Ku sendiri, dan dikukuhkan dalam lubuk kerahiman-Ku yang besar. Setiap jiwa yang percaya dan berharap pada kerahiman-Ku akan menerimanya” (Buku Harian Santa Faustina  420).

Tergerak akan keinginan Yesus ini, Paus Santo Yohanes Paulus II menetapkan bahwa Minggu kedua Paskah, secara resmi sebagai Minggu Pesta Kerahiman Ilahi sejak 30 April 2000, tepat pada hari kanonisasi St Faustina Kowalska. Lebih lanjut, Paus Yohanes Paulus II memberikan tugas kepada para imam, sebagaimana tercantum dalam Dekrit Penitensiary Apostolik 29 Juni 2002, untuk memberikan penjelasan kepada umat Katolik mengenai Minggu Pesta Kerahiman Ilahi ini. Dengan demikian, jika Santa Faustina dijuluki Rasul Kerahiman Ilahi, maka Santo Yohanes Paulus II dijuluki sebagai Paus Kerahiman.

Laku Kesalehan Sesuai Permintaan Yesus

Pertama, melakukan Novena untuk ujud-ujud Bapa Paus, yang dimulai pada Hari Jumat Agung (Buku Harian Santa Faustina 341). Kedua, mengaku dosa dan menerima Komuni suci. Yesus menjanjikan pengampunan penuh atas dosa dan pembebasan atas hukuman dosa (Buku Harian Santa Faustina 699). Ketiga, menyalurkan Kerahiman Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, dengan melakukan perbuatan belas kasih.

Tuhan Yesus berjanji, pada pesta Kerahiman-Nya, semua pintu bendungan Ilahi akan dibuka guna mengalirkan rahmat. Jiwa pendosa, janganlah takut menghampiri Yesus. Meski pernah melakukan dosa sebesar apapun, Kerahiman Yesus akan tetap mengalir.

Jiwa yang mengaku dosa dan menyambut komuni kudus akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan bebas dari hukuman. Pada hari itu, akan terbukalah semua pintu bendungan Ilahi untuk mengalirkan rahmat. Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam. Kerahiman-Ku begitu besar sehingga sampai kekal tidak ada otak manusia atau malaikat yang dapat menyelaminya (Buku Harian Santa Faustina 699)

**Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.