Terus Berjuang Meraih Kebahagiaan meski Sulit

“Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Tuhan dari awal sampai akhir” “ kata Pengkhotbah (3:11).


Suatu hari, sepasang kakek dan nenek berbelanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Mata mereka tertuju pada sebuah cangkir yang cantik.

Kerja Keras – Foto: stickybranding.com


Kata si nenek kepada suaminya, “Lihat cangkir itu.”


Kakek itu berkata, “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat.”


Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara, “Terima kasih untuk perhatiannya. Namun perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak secantik ini. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”


Pasangan kakek dan nenek itu terkagum-kagum mendengar kisah si cangkir cantik. Sang nenek bertanya, “Lalu apa yang terjadi kemudian?”


Cangkir cantik itu berkata, “Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata “belum!” Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop!

Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum!” Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah sudah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.”


Sang kakek berkata, “Tetapi kamu kan sangat cantik sekarang.”


Cangkir cantik itu berkata, “Itu karena wanita itu memberikan aku kepada seorang pria yang memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis, aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu itu sirna tatkala kulihat diriku.”

Butuh Kerja Keras
Kebahagiaan dalam hidup tidak diraih secara instan. Kebahagiaan itu tidak diraih dengan bermalas-malasan. Namun kebahagiaan itu diperoleh melalui suatu kerja keras. Kadang-kadang kerja keras itu diserta airmata duka, karena beban hidup yang berat.


Kisah cangkir cantik di atas memberi kita inspirasi untuk berani berjuang dalam situasi apa pun demi meraih cita-cita kita. Kecantikan cangkir itu diperoleh melalui suatu penempaan yang menimbulkan rasa sakit. Setelah melawati rasa sakit yang dalam, cangkir itu baru dipajang untuk dijual. Kehalusannya ternyata diperoleh melalui rasa sakit yang hebat.


Dalam hidup ini, kita pun pernah melalui suatu penderitaan yang membuat kita bertingkah seperti cangkir dalam cerita di atas. Namun semua itu mempunyai tujuan yang indah bagi kebaikan kita. Ketika kita berani berjerih payah dalam hidup ini, kita akan meraih kebahagiaan demi kebahagiaan.
Mari kita terus-menerus berjuang dalam hidup ini untuk meraih kebahagiaan, meski kita mesti melaluinya dengan rasa sakit dan derita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.