Gereja-gereja di Tanah Suci Kutuk Kekerasan di Pemakaman Jurnalis yang Terbunuh

Patriark Latin Yerusalem Pierbattista Pizzaballa, Patriark Ortodoks Yunani Theophilus III, para uskup dan umat beriman dari komunitas Kristen menggarisbawahi dalam sebuah pernyataan umum kecaman mereka atas intrusi kekerasan yang dilakukan Jumat lalu oleh polisi Israel dalam prosesi pemakaman yang membawa jenazah reporter Shireen Abu Aqleh.

Perwakilan Gereja di Tanah Suci menyampaikan pernyataan mereka – Foto: Vatican Media

Insiden itu terjadi saat peti mati Shireen Abu Aqleh sedang diangkut dari Rumah Sakit St. Joseph ke Gereja Katedral Yunani-Melkite. Kecaman dari Gereja-gereja di Tanah Suci yang dikeluarkan dengan pernyataan umum yang mengecam sikap polisi Israel, yang menerobos masuk ke rumah sakit, “tidak menghormati ingatan almarhum dan memaksa pengusung jenazah hampir menjatuhkan peti mati.”

Kecaman tersebut menyusul apa yang telah diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, setelah berita kematian reporter yang bekerja untuk jaringan televisi Al Jazeera itu. Shireen Abu Aqleh ditembak di kepala saat operasi oleh pasukan keamanan Israel di kota Jenin, di Tepi Barat. Guterres menyerukan penyelidikan independen untuk mengklarifikasi fakta tentang apa yang terjadi.

Para pelayat membawa peti mati Shireen Abu Akleh di luar Rumah Sakit St. Joseph – Foto Vatican News

Pelanggaran HAM Berat

“Invasi Polisi Israel dan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional,” bunyi pernyataan itu, “menyerang pelayat, memukul mereka dengan tongkat, menggunakan granat asap, menembakkan peluru karet, menakut-nakuti pasien rumah sakit, adalah pelanggaran berat norma dan peraturan internasional, termasuk hak asasi manusia atas kebebasan beragama, yang harus diperhatikan juga di ruang publik.”

Komitmen Baru untuk Penyembuhan

“Rumah Sakit St. Joseph selalu dengan bangga menjadi tempat pertemuan dan penyembuhan bagi semua orang, terlepas dari agama atau budaya mereka, dan itu akan terus berlanjut,” kata pernyataan itu. Para pemimpin Gereja menyimpulkan: “Apa yang terjadi Jumat lalu melukai tidak hanya komunitas Kristen, Suster-suster Penampakan St Yosef, pemilik Rumah Sakit, dan semua staf rumah sakit, tetapi juga semua orang yang di tempat itu telah menemukan dan masih menemukan kedamaian dan keramahan. Para suster dan staf Rumah Sakit St. Joseph akan menjaga komitmen mereka untuk menjadi tempat penyembuhan. Episode tragis Jumat lalu membuat komitmen ini semakin kuat dari sebelumnya.” **

Giancarlo La Vella (Vatican News)

Leave a Reply

Your email address will not be published.