Memaafkan

Loving and forgiving – Rio SCJ

Kesalahan bukan tuk dilupakan, tapi tuk dimaafkan dan direlakan demi kasih kesempurnaan. MAAF itu sebuah kata sederhana, namun sulit diberikan. Jangankan diberikan, diucapkan saja sulit rasanya.  Bagaimana mau memaafkan, saat luka dan kesedihan terasa menyakitkan. Bagaimana mungkin memaafkan ketika bekas lukanya terasa. Bagaimana memaafkan orang, dianya aja nggak kapok, masih terus aja begitu. Kesalahan yang sama terus diulangi. Bahkan lebih menjadi-jadi. Harus berapa kali, harus sampai kapan dimaafkan.

Memang tak mudah tuk memaafkan. Apalagi kesalahan yang dilakukan sungguh menyakitkan. Sulit memang memaafkan, apalagi disakiti oleh orang yang kita cintai. Dihianati oleh orang yang kita percayai. “enak aja dimaafkan, orang dia aja minta maaf aja nggak, sadar salah aja juga nggak”. Jika itu yang kita dipikiran, kita fokus pada hal yang salah.

Maaf itu gunanya sebenarnya bukan untuk mereka. Tapi terlebih tuk diri kita. Berikanlah maaf bukan karena mereka layak mendapatkannya. Tapi kita layak mendapatkan ketenangan, kasih, kedamaian, pengampunan, dan kebahagiaan.  Ketika kita sulit memaafkan, ingatlah bahwa kita pun pernah dimaafkan. Ketika kita sulit tuk mengerti, ingatlah bahwa kita pun pernah dimengerti. Ketika kita sulit mengasihi, ingatlah bahwa kita pun pernah dikasihi.

Sadarlah bahwa tak ada satu pun manusia di dunia ini yang sempurna. Kesalahan terjadi oleh; Anda, dia, mereka dan kita semua. Ada yang baik dan buruk dari setiap manusia. Itu fakta. Sebaik-baiknya manusia, dia bukan malaikat. Dan seburuk-buruknya manusia dia masih punya hati. Fokuslah pada hal baik. Jika ada hal buruk, sikapi dengan hal yang lebih baik; komunikasi, klarifikasi, mencoba tuk mengerti dan mengampuni. Kalaupun tidak bisa, kalaupun tak berubah, its OK! setidaknya kita sudah mencoba. Lakukan yang menjadi bagian kita, sisanya biarlah Tuhan yang akan bekerja. Deo gratias.

Edo/ Rio SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.