Seorang biarawati Katolik, yang telah menyelesaikan 50 tahun melayani orang miskin dan tertindas, mengatakan bahwa panggilan Tuhan tidak dapat ditolak.
“Tidak ada yang bisa menghentikan panggilan Tuhan baik orangtua maupun siapa pun, Suster Christa Joseph, anggota Kongregasi Suster Karmelit St Teresa, mengatakan kepada Matters India pada program Yubileumnya di Chatrapur, sebuah paroki di bawah keuskupan Berhampur di negara bagian Odisha, India timur.

Selama kekerasan anti-Kristen di distrik Kandhamal selama Masa Natal tahun 2007 dan Agustus 2008, Suster Christa dengan berani menceritakan kepada media dan orang lain apa yang telah diderita orang-orang itu.
Biproa Charan Nayak, presiden asosiasi penyintas Kandhamal, mengatakan bahwa mereka bangga dengan Suster Christa karena mendedikasikan hidupnya untuk orang miskin dan tertindas di Kandhamal. “Tuhan menyelamatkannya secara ajaib dari kekerasan anti-Kristen tahun 2008 dan hari ini dia dicintai oleh semua orang di kawasan ini,” katanya kepada Matters India.
Misa Yubileum pada tanggal 23 April dihadiri oleh 20 imam, 35 suster dan 200 umat awam.
Uskup Berhampur Mgr Sarat Chandra Nayak, yang memimpin Misa Yubileum mengatakan, “Bukan kemampuan tetapi kesediaan untuk melayani Tuhan membuat seseorang lebih bahagia dan sukses.”
Prelatus itu mengatakan pelayanan Suster Christa kepada Tuhan dengan komitmen dan dedikasi penuh selama setengah abad adalah inspirasi bagi banyak orang.
Lahir sebagai Jenny Joseph di distrik Alapuzha di Kerala, India selatan, Suster Christa mengingat keberatan ayahnya untuk bergabung dengan biara.
“Meski dia enggan, saya adalah seorang biarawati selama 50 tahun karena Tuhan, melayani Dia dengan penuh sukacita dan kebahagiaan,” tutur biarawati berusia 69 tahun, yang merupakan satu-satunya gadis di antara tujuh anak Yusuf dan Pandialakkal..
Dia mengikrarkan kaum pertamanya 1 Mei 1972, dan kaul kekal pada 31 Mei 1978.
Salah satu saudara laki-lakinya adalah seorang imam di keuskupan Jabalpur di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah.
Suster Ann Jose, provinsial kongregasi, mengatakan bahwa Suster Christa memiliki sifat yang mempesona. Bahkan ketika kita marah dia tertawa keras dan membuat kita ikut tertawa bersamanya. Dia mengulurkan tangan untuk membantu kapan pun dibutuhkan,” kata Suster Jose.
Suster Christa memulai perjalanan misionarisnya pada akhir tahun 1980-an di Kandhamal, salah satu distrik termiskin di Odisha. Fokusnya adalah untuk membawa perubahan sosial di kalangan orang miskin dan membawa mereka ke masyarakat arus utama. Dia melatih kaum muda untuk kursus-kursus yang berorientasi pada pekerjaan seperti bahasa Inggris lisan, mengetik dan menulis steno dan akhir-akhir ini komputer.
Provinsinya mengatakan banyak orang muda, yang mendapat manfaat dari pelayanan Suster Christa dan mendapatkan pekerjaan yang baik, mengingatnya dengan rasa syukur. “Dia memotivasi anak perempuan dan perempuan putus sekolah untuk belajar menjahit dan sekarang banyak yang mengurus keluarga dengan penghasilan mereka.” **
Purushottam Nayak (Matters India)
