Live one day at the time – Rio SCJ

Setiap dari kita pernah mengalami masa susah. Masa dimana hidup penuh masalah. Masa dimana beban hidup begitu berat. Helaan nafas pun terasa menyesakan. Mengucilkan diri, meratapi diri, menyesali diri dan menangis tiada henti. Bahkan rasanya ingin bunuh diri.
Ingin rasanya pergi, rasanya ingin berteriak. Kenapa semua terjadi? Kenapa Tuhan kasih cobaan bertubi-tubi? Bukan hanya Anda saja, saya pun pernah mengalaminya. Rasanya begitu besar kekawatiran, begitu banyak ketakutan. Masalah satu belum selesai datang masalah lain mendera. Kita manusia tempatnya salah, masalah dan dosa.
Itulah kenapa Tuhan kasih kita akal budi, pikiran, dan hati nurani tuk menimbang. Kita bisa memikirkan banyak persoalan dalam waktu bersamaan. Namun sayangnya kadang tak berujung baik. Karena banyak dari kita terbebani oleh pikirannya sendiri. Mikir kesehatan, mikir keuangan, mikir pasangan, mikir rekan, mikir cicilan, mikir masa depan, belum lagi mikir apa kata orang.
Apa kata mereka kadang menambah beban tak semestinya. Tanpa disadari beban pikiran itu makin hari makin membesar. Menyedot energi, beban bertambah lagi, bahkan bisa membuat stres dan depresi. Ketika kita merasa gunung dihadapan terlalu tinggi tuk didaki. Ketika diri terperangkap di jurang yang terlalu dalam, ketika kita merasa tak sanggup lagi dan ingin berhenti.
Dengarkan kata saya; Jalani hidup hari demi hari. Live one day at the time. Terima dan syukuri setiap peristiwa. say thank you no complain. Berproseslah dan jangan bayak protes. Pasrahkan pada Tuhan Sang pemilik kehidupan. Offering your self to God. Deo gratias. Edo/ Rio SCJ
