5 Tahun Charitas Group: Kasih Pesona Charitas

Kasih Pesona Charitas menjadi tema yang diusung Charitas Group, menyongsong 5 tahun berdirinya grup pelayanan kesehatan milik para suster Kongregasi Fransiskus Charitas (FCh). Juga dirayakan syukur atas 25 tahun imamat Pater Norbert M. Schnell, yang merupakan representasi Charitas Belanda. Dua acara dilangsungkan pada Sabtu (9/7), yaitu Perayaan Ekaristi dan kegiatan seremonial.

Perayaan Ekaristi syukur 5 Tahun Charitas Group

Dari Rumah Sakit Charitas ke Charitas Hospital

Ekaristi dipimpin oleh Romo Dr. C. B. Kusmaryanto SCJ, yang juga tergabung dalam Governing Board Charitas Group. Dia mengisahkan alasan lahirnya nama Charitas Hospital, yang sekarang menjadi nama depan seluruh rumah sakit milik para suster FCh.

“Tentu saja ini bukan soal gaya-gaya pakai Bahasa Inggris, tetapi ada maksud di balik itu. Kita tahu bahwa kata hospital dalam Bahasa Inggris satu akar kata dengan hospitality, yang berarti keramahtamahan. Sehingga dengan diubah nama rumah sakit menjadi Charitas Hospital, dimaksudkan supaya setiap orang yang masuk ke sini sudah ada senyum. Harus ada keramahtamahan,” katanya.

Romo Dr. C. B. Kusmaryanto SCJ memberikan homili pada Perayaan Ekaristi syukur 5 Tahun Charitas Group

Dalam mewujudkan hospitality yang unggul, pelayan kesehatan Charitas Hospital pun diharapkan dapat lebih baik dari generasi ke generasi.

“Prinsipnya yang lebih muda harus lebih baik daripada mereka yang tua. Baik itu apa? Baik dalam segala-galanya. Sebagai manusia dia harus lebih baik lagi, karena yang kita buat adalah pelayanan jasa. Pelayanan jasa itu mau tidak mau memang harus menampilkan kemanusiaan kita yang baik. Kalau sebagai manusia tidak baik, sebagai pelayan kesehatan pun juga tidak pernah akan berhasil dengan sukses,” tutur Romo Kusmaryanto SCJ.

Romo Kus, sapaan akrab Romo Kusmaryanto, mengakui perkembangan Charitas Group selama 5 tahun ini. Semua ini semata-mata karena rahmat Tuhan.

“Bersyukur atas rahmat Allah selama kita terima. Kalau Allah selama ini begitu baik kepada kita, kita yakin yang akan datang akan baik juga, karena Tuhan Yesus tidak berubah!” katanya.

Pater Norbert M. Schnell

Menciptakan Budaya Kelembutan, Kebaikan, dan Kasih

Pater Norbert M. Schnell, ditahbiskan 27 tahun lalu sebagai imam diosesan di salah satu keuskupan Belanda. Ia mengisahkan tentang perjalanan panggilannya. Perjalanan pelayanannya sebagai seorang imam, yang tidak saja berurusan soal rohani, tetapi harus menjawab kebutuhan zaman. 

Sebagai imam muda yang baru ditahbiskan saat itu, dia punya semangat yang berkobar-kobar untuk membangun Gereja, yang adalah umat Allah.

Pemberian hadiah kepada Pater Norbert M. Schnell

“A lot of energy to the young people, to the parents, little children and try to preach the Gospel to build up the Church. When I looked back, and I see how the Church at Netherland, as develop 25-27 years, we must say, honestly, we ‘didn’t’ build up the Church – banyak energi untuk melayani orang muda, orangtua, anak-anak dan mencoba mengabarkan Injil untuk membangun Gereja. Saat saya melihat ke belakang, saya lihat bagaimana Gereja di Belanda, yang terjadi 25-27 tahun, kita harus berkata, jujur, kita ‘tidak’ membangun Gereja,katanya.

Masalah-masalah yang terjadi, misalnya skandal seksual yang melibatkan kaum klerus, membuat banyak umat meninggalkan Gereja.

Only a few people go to church on Sunday. At the 70 percent of Dutch people don’t believe in God, almost all the young people. – hanya beberapa orang yang pergi ke Gereja pada hari Minggu. Sebanyak 70 persen orang Belanda memilih untuk tidak (lagi) percaya kepada Allah, kebanyakan dari mereka adalah orang muda,” katanya.

Pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur

Akhirnya, ‘membangun Gereja’ bukanlah yang terpenting, tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah menghidupi semangat Injil.

And the center of the Gospel, there is love, charitas. And that’s what I’ve learned in the last years. To be a sign of God’s love – pusat dari Injil adalah cinta, charitas. Dan ini yang saya belajar selama beberapa tahun lalu. Menjadi tanda dari kasih Allah,” tuturnya.

Kepada para suster FCh dan para pelayan kesehatan Charitas Hospital ia berpesan agar senantiasa membudayakan kelemahlembutan, kebaikan, dan kasih.

“Yesterday, I had a meeting with the council of Charitas, and I gave the present, an icon. Icon of Our Lady of Tenderness, of Kindness, of Simplicity. And I gave to sisters and said to them, the world today is very hard. Our Pope Francis, said we have to work on a culture of tenderness, a culture of kindness, a culture love – kemarin, saya bertemu dengan badan pengurus Charitas dan saya memberikan hadiah, sebuah ikon. Ikon Bunda Maria yang penuh kelembutan, kebaikan, kesederhanaan. Saya memberikan kepada para suster dan berpesan kepada mereka bahwa dunia zaman ini sangat sulit. Paus Fransiskus berkata kita harus bekerja dalam budaya kelembutan, kebaikan, dan kasih,” tutur Pater Norbet, yang telah beberapa kali menghadiri acara para suster FCh.

Melayani dengan Kasih dan Bertumbuh Terus

Ns. Sr. M. Paskalia FCh, S.Kep, MARS

Ketua Yayasan Rumah Sakit Charitas bersyukur atas 5 tahun hadirnya Charitas Group. Ia bersyukur atas perjuangan para perintis yang berlanjut bahkan berkembang hingga sekarang.

“Mari kita tetap menjalankan kasih itu. Menerapkannya di dalam pelayanan kita, sehingga ‘tamu-tamu ilahi’ yang hadir dalam pelayanan kita, boleh merasakan sentuhan kasih kita. Saya percaya bahwa pelayanan kasih itu bisa dirasakan lewat tatapan mata yang teduh, senyuman yang ikhlas, perhatian yang penuh dan juga ketulusan dalam melayani mereka,” ajak Ns. Sr. M. Paskalia FCh, S.Kep, MARS.

Sr. M. Henrika FCh

Pimpinan umum Kongregasi FCh, Sr. M. Henrika FCh juga berharap agar ke depannya Charitas Hospital makin berkembang.

“Terima kasih kepada siapa saja yang turut ambil bagian dalam membesarkan karya ini. Harapannya rumah sakit kita ini, yang sudah menjadi 1 group semakin terus bertumbuh, berkembang, entah sampai kapan. Sebentar lagi kita mencapai usia 1 abad. Diharapkan berabad-abad,” harapnya.

Seremonial 5 Tahun Charitas Group diisi dengan berbagai atraksi seni. Ada juga pengumuman berbagai kategori award, yang telah diikuti oleh seluruh rumah sakit yang bernaung di bawah Charitas Group.

**

Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.