“Saya belajar bahwa satu-satunya caramu akan mencapai apa pun dalam hidup adalah bekerja keras untuk itu,” kata Bruce Jenner.

Taipan kaya asal India, Gautam Adani memulai debutnya masuk ke dalam daftar pengusaha paling elit di dunia. Dia bergabung dengan beberapa pengusaha kaya lainnya di klub centibillionaires atau pengusaha dengan total kekayaan di atas US$ 100 miliar.
Beberapa orang kaya lainnya di dunia sudah masuk dalam klub centibillionaires. Mulai dari CEO Tesla Elon Musk, pendiri Amazon Jeff Bezos, hingga pimpinan Berkshire Hathaway Warren Buffett.
Dalam daftar itu, hanya ada Bernard Arnault dan Adani yang merupakan orang non-Amerika pemilik kekayaan US$ 100 miliar lebih. Arnault adalah bos merek fesyen dan barang mewah asal Prancis, LVMH.
Kekayaan taipan infrastruktur itu mencapai US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.430 triliun (kurs Rp 14.300). Hal ini menjadikannya sebagai orang terkaya di Asia. Ketika pasar saham berkembang pesat di seluruh dunia selama pandemi, banyak miliarder yang kekayaannya meroket. Tetapi keuntungan yang dialami Adani dinilai sangat luar biasa.
Adani Group mengendalikan perusahaan mulai dari pelabuhan dan kedirgantaraan hingga energi panas dan batubara. Kekayaannya melonjak hampir US$ 90 miliar atau sekitar Rp 1.287 triliun selama dua tahun terakhir. Saham beberapa perusahaan Adani telah melonjak lebih dari 1.000% sejak Juni 2020.
Pentingnya Ketekunan
Suatu usaha akan berhasil kalau ditekuni dan diperjuangkan kehadirannya. Orang yang ogah-ogahan dalam mengelola usahanya akan menemukan jalan buntu. Akibatnya, usahanya akan mengalami kegagalan. Keuletan menjadi salah satu syarat untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk selalu melihat peluang-peluang positif dalam setiap jengkal hidup kita. Gautam Adani tentu dapat menemukan peluang-peluang untuk memajukan usaha-usahanya. Melalui kemajuan usaha-usahanya, ia dipercaya oleh banyak orang untuk mengerjakan banyak usaha.
Banyak orang beranggapan bahwa melakukan suatu usaha itu mudah saja. Karena itu, mereka memulai usaha itu, namun dalam perjalanan waktu mereka berhenti. Mengapa? Karena mereka tidak berhasil menghadapi tantangan demi tantangan. Mungkin mereka kemudian mencoba usaha yang lain, namun tetap saja mereka mengalami kegagalan.
Karena itu, yang dibutuhkan adalah tekad baja yang berani menghadapi berbagai tantangan. Tantangan-tantangan itu tidak dihindari, tetapi dihadapi dengan kebesaran hati. Dengan cara ini, saya yakin banyak orang akan sukses dalam hidup mereka. Orang tidak tenggelam dalam frustrasi demi frustrasi.
Mari kita terus-menerus berjuang dengan keteguhan hati, agar usaha-usaha kita dapat berhasil dengan baik. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
