“Kita harus berusaha agar dapat hidup sederhana, namun dampaknya tidak sederhana,” kata Seorang bijaksana.
Armand Hartono adalah Wakil Presiden Direktur BCA yang viral karena gaya hidup sederhananya. Ia sempat jadi perbincangan karena memperlihatkan sepatu yang rusak lalu dilakban daripada langsung beli baru. Ia juga sering makan di kantin dan berbaur dengan para karyawannya.
Pria yang dijuluki ‘Putra Mahkota’ Keluarga Hartono itu mengaku menjalani hidup yang normal. Ia pun tak selalu mendapatkan apa yang diinginkan dan harus bekerja untuk dapat uang.
Karena itu, melakban sepatu jebol adalah sesuatu yang otomatis baginya. “Saya sih yang begini-gini nggak mikir ya. Itu otomatis kalau ada sepatu rusak ya dilakban aja. Waktu kecil kebanyakan nonton MacGyver. Papa saya juga begitulah seadanya, yang praktisnya apa,” katanya.
Ia menuturkan bahwa dulu ia hampir selalu makan pagi dan malam bersama sang ayah. Keluarga memang menjadi salah satu hal terpenting yang diutamakan mereka daripada yang lainnya.
“Yang penting kalau bagi kita ada 3K ya, yaitu kesehatan, keluarga, kerja. Nomor 1 harus sehat, nomor 2 keluarga, nomor 3 harus bisa kerja, itu beres yang lain pernak-pernik kehidupan,” kata Armand.
Meski harus mengutamakan keluarga, lulusan Universitas Stanford tersebut mengaku tidak pernah dipaksa untuk masuk bisnis keluarga. Sesuai dengan nilai 3K, ayah dan pamannya tidak mementingkan hal lain dari itu.
“Di kita tidak ada keharusan untuk masuk bisnis keluarga. Dari paman juga cukup open mind. Yang penting dalam hidup jadi orang itu bisa sehat, bisa urus keluarga, punya keluarga dan teman-teman baik, dan bisa kerja di mana kerja. Kalau suatu hari mau dan mampu bekerja dengan keluarga wah dengan senang hati papa dan paman saya,” tutur pria berusia 46 tahun ini.
Keserderhanaan: Kunci Kehidupan
Banyak orang yang merasa kaya sering menonjolkan diri. Mereka merasa yang terbaik yang mesti dihormati di mana-mana. Kesombongan menjadi bagian dari hidup mereka. Akibatnya, ketika mereka mengalami kejatuhan, frustrasi demi frustasi akan mereka alami.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk menumbuhkan kesederhanaan dalam hidup kita. Armand Hartono tidak terlalu mementingkan penampilan yang mewah. Apa yang ada, itulah yang dipakai. Yang dia pentingkan adalah 3 K, kesehatan, keluarga dan kerja. Ketika ketiga hal ini berjalan dengan baik dan benar, semua menjadi beres dalam hidupnya. Mengapa? Karena hal-hal inilah yang menjadi dasar bagi perjalanan hidupnya.
Banyak orang mendasarkan hidupnya pada sesuatu yang tampak. Akibatnya, mereka menampilkan diri dengan dengan semewah mungkin. Mereka berpikir bahwa orang akan menghargai mereka ketika menyaksikan penampilan yang demikian. Namun ternyata tidak semua hal bisa dinilai melalui penampilan seseorang.
Orang beriman mesti menyadari bahwa perjalanan hidup seseorang menjadi semakin berbuah berlimpah, ketika kesederhanaan menjadi kunci dalam hidupnya. Orang memiliki keyakinan bahwa nilai atau harga dirinya tidak diukur dari penampilan lahiriah. Namun harga diri juga diperoleh melalui hidup yang sederhana dan ugahari.
Mari kita terus-menerus memperjuangkan hidup yang sederhana. Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih berguna bagi diri dan sesama. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
