Doa Bapa Kami disebut juga Doa Tuhan, karena Tuhan Yesus sendiri yang mengajar doa ini kepada para murid-Nya, yang diteruskan kepada kita. Karena itu, Doa Bapa Kami adalah doa yang paling sempurna, yang di dalamnya menyimpulkan seluruh Injil. (KGK 2774).
Karena merupakan Doa Tuhan, maka Doa Bapa Kami menjadi doa Gereja. Inilah alasan mengapa dalam setiap Liturgi Gereja Katolik, selalu didaraskan Doa Bapa Kami. Misalnya dalam Misa, Baptisan, Ibadat Sabda, Ibadat pemberkatan, dan lain-lain.
Apa makna doa Bapa Kami?
Doa Bapa Kami lahir karena permintaan para murid Yesus untuk mengajarkan mereka berdoa.
“Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya” (Lukas 11:1).
Doa Bapa Kami yang dipakai Gereja Katolik memuat tujuh permohonan berdasarkan Injil Matius 6:9-13.
Namun, pertama-tama, kita menempatkan diri dalam hadirat Allah dengan menyapa, memuji dan menyembah-Nya sebagai Bapa, dengan mendaraskan Bapa kami yang ada di surga.
Setelah itu, kita melambungkan tujuh permohonan dari dalam hati kita. Tiga yang pertama lebih berhubungan dengan Allah dan menarik kita menuju kemuliaan Bapa; sedangkan empat yang lain, bagaikan jalan menuju Allah dan menyerahkan pergulatan hidup kita kepada rahmat-Nya (KGK 2803).
Mari kita lihat satu per satu, mulai dari tiga permohonan pertama. Kita mendoakan ‘Dimuliakanlah nama-Mu’, artinya kita menempatkan seluruh hidup kita dalam kehendak Allah, agar nama-Nya dimuliakan dalam kita.
‘Datanglah kerajaan-Mu’, bermakna akan kedatangan kedua Kristus pada akhir zaman. (KGK 2818) Namun, kita semua diutus untuk menghadirkan ‘Kerajaan Allah’ dalam hidup sehari-hari kita. Santo Paulus menjelaskan bahwa ‘Kerajaan Allah’ adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17).
‘Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga’. Kehendak Bapa adalah supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1 Timotius 2:4). Karena itu, kehendak-Nya memerintahkan kita untuk mengasihi satu sama lain seperti Dia telah mengasihi kita.
“Kasihilah sesamamu; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh 13:34) Bdk. 1 Yoh 3:4; Luk 10:25-37.
Empat permohonan selanjutnya adalah ‘berilah kami rezeki pada hari ini.’ Rezeki dapat diartikan dua. Pertama, makanan duniawi yang menjamin kelangsungan hidup kita di dunia. Kedua, makanan rohani yaitu Sabda Allah dan Tubuh Kristus yang menjamin hidup kekal.
‘Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami’, bermakna permohonan kerahiman Allah atas kesalahan kita. Namun, pengampunan Allah hanya dapat meresap sempurna ke dalam hati kita, saat kita dapat mengampuni musuh-musuh kita, sesuai dengan teladan Kristus (KGK 2862).
‘Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan’. Kita memohon rahmat Allah, agar kita tidak jatuh dalam dosa. Ini berarti kita memohon roh pembeda dan kekuatan; memohon rahmat, supaya tetap waspada dan tabah sampai akhir (KGK 2863).
Permohonan terakhir adalah ‘tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat’. Dalam permohonan terakhir ini Gereja membawa seluruh kesusahan dunia ke depan Bapa. Dengan pembebasan dari yang jahat, yang membebani umat manusia, Gereja memohon hal yang bernilai yakni perdamaian dan rahmat supaya dengan tabah menantikan kedatangan Kristus kembali (KGK 2854).
“Ketika Tuhan mewariskan kepada kita rumusan doa ini, Ia menambahkan pula: “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Lukas 11:9). Jadi setiap orang dapat menyampaikan pelbagai macam doa ke surga seturut kebutuhannya; tetapi ia harus selalu mulai dengan doa Tuhan, yang merupakan doa utama” (Tertulianus, or. 10). (KGK 2761). **
Kristiana Rinawati
