“Apabila sebuah pelayanan telah dipercayakan, Tuhan rindu pelayanan itu dapat selalu diteruskan,” kata seorang bijaksana.
John Stott adalah seorang pendeta di Amerika Serikat. Dia juga seorang penulis kristiani ternama. Sebagai pendeta yang handal, ia telah mengajar banyak orang dalam kekristenan. Dia menghembuskan nafas terakhir pada 27 Juli 2011 lalu. Usianya waktu itu adalah 90 tahun. Suatu usia yang sangat panjang untuk ukuran orang Indonesia.

Hal yang menarik adalah pemimpin John Stott Ministries sekarang, yaitu Benjamin Homan. Dia mengatakan bahwa institusi mereka telah siap melanjutkan pelayanan apabila John Stott meninggal, sejak 15 tahun sebelumnya.
“Saya pikir ia hendak memberi teladan bagi para pemimpin lembaga pelayanan tentang meneruskan kepemimpinan kepada pemimpin-pemimpin baru,” kata Homan.
Pentingnya Kaderisasi
Melakukan suatu kaderisasi kepemimpinan merupakan suatu keharusan dalam menjalani suatu usaha bersama. Kaderasai bertujuan demi keberlangsungan suatu usaha atau kelompok yang memiliki tujuan yang sama. Ketika tidak ada kaderisasi kepemimpinan, suatu usaha atau kelompok akan lenyap begitu sang pemimpin hilang.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk melakukan suatu kaderisasi sejak dini, kalau kita mau suatu usaha, pelayanan atau kelompok kita tetap hadir. Pendeta John Stott tidak ingin pelayanannya berhenti pada dirinya. Ia melakukan suatu kaderisasi demi keberlanjutan pelayanannya. Dia tidak ingin bekerja sendirian. Dia ingin bekerja bersama orang lain demi pelayanan yang lebih baik.
Pertanyaannya, mengapa kita perlu melakukan kaderisasi? Jawabannya adalah kita ingin agar hidup dan pelayanan kita memiliki arah yang jelas demi kesejahteraan hidup bersama. Membuat kader berarti kita menularkan keahlian dan ketrampilan yang kita miliki kepada orang lain.
Artinya, kita ingin bahwa keahlian dan ketrampilan yang kita miliki itu tetap hidup. Warisan kebaikan yang kita miliki tidak menjadi miliki kita sendiri. Kita ingin agar warisan kebaikan itu menjadi milik semua orang. Dengan demikian, hidup bersama menjadi suatu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama.
Mari kita terus-menerus mewariskan hal-hal yang baik kepada generasi penerus kita. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
