Jangan Intervensi Kebebasan Orang Lain

“Semoga kita menganggap kebebasan bukan sebagai hak untuk melakukan apa yang kita inginkan, tetapi sebagai kesempatan untuk melakukan apa yang benar,” kata Peter Marshall.

Suatu hari, ada ikan dan kura-kura yang sedang bercengkerama. Tiba-tiba ikan tersebut melontarkan pertanyaan pada kura-kura, “Mengapa setiap kali menghadapi masalah, kamu selalu bersembunyi dan masuk ke dalam cangkang?”

Kura-kura tidak langsung menjawab. “Apakah pertanyaan itu sangat penting untuk dijawab?” dia balik bertanya.

“Semuanya yang hidup di kolam ini ingin tahu, mengapa kamu selalu sembunyi saat menghadapi masalah!” jawab ikan.

“Apakah komentar dan pendapat orang lain penting untukku? Sebenarnya aku tidak pernah lari, tidak juga menghindar dari kenyataan. Aku hanya merasa menemukan suasana damai ketika berada di dalam cangkang,” jawab kura-kura.

Ikan mulai penasaran. “Tapi apakah kamu tidak masalah jika senantiasa dibicarakan para penghuni kolam?” ikan bertana lagi.

“Inilah yang menjadikan aku bisa hidup lebih lama dan berumur panjang daripada kalian. Kalian sangat sibuk mengomentari hidup makhluk lain. Kalian memperhatikan makhluk lain sampai melupakan siapa sejatinya diri kalian. Sebenarnya dalam hidup, kita sendirilah yang akan menentukan pilihan. Tidak ada gunanya mendengarkan setiap komentar buruk yang lain selama kita sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik.”

Ikan bertambah penasaran. Lalu dia bertanya lagi, “Lalu apa yang mesti kita lakukan?”

“Jika ada yang yang menyukaimu, ia akan terus memujimu sekalipun tindakanmu keliru. Sebaliknya, orang yang membencimu akan fokus pada kesalahanmu sekecil apa pun, sekalipun saat itu kamu bertindak benar. Ada berapa banyak waktumu yang terbuang karena mengurusi hidupku? Bahkan, kamu seringkali lupa kapan harus beristirahat dan memerhatikan hidupmu sendiri.”

Perlu Menukik Pada Diri Sendiri

Banyak orang sering sibuk mengurusi orang lain sampai lupa mesti mengurus diri sendiri. Akibatnya, orang lain lebih maju dalam hidupnya daripada dirinya sendiri. Pertanyaannya mengapa orang mau sibuk mengurusi orang lain? Tentu saja ada banyak jawaban.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk membangun hidup kita menjadi lebih baik sebelum kita mau sibuk dengan hal-hal yang ada pada diri sesama kita. Kura-kura itu merasa damai, ketika masuk ke dalam cangkangnya pada saat terjadi ancaman terhadap dirinya. Dia peduli terhadap keselamatan dirinya.

Mungkin ada orang yang merasa perlu peduli terhadap orang lain. Karena itu, mereka suka intervensi terhadap orang lain. Mereka merasa bahwa melalui intervensi itu mereka dapat membantu orang lain untuk menemukan jati diri mereka. Padahal belum tentu mereka telah menemukan jati diri mereka yang sebenarnya.

Banyak waktu dihabiskan demi mengurusi hal-hal yang ada dalam diri orang lain. Sebenarnya hal itu tidak perlu, karena orang lain mampu mengurus diri mereka sendiri. Karena itu, untuk apa kita peduli terhadap orang lain sementara membiarkan diri kita sendiri tidak menemukan jati diri kita?

Mari kita berjuang untuk menemukan jati diri kita, agar hidup kita memperoleh sukacita dan damai. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.