Ketika perjuangan tidak mulus, hanya orang yang tahan banting yang maju terus.
Seorang gadis ingin menjadi insinyur pertanian. Karena itu, setiap pulang sekolah ia pergi ke kebun. Dia menata kebun orangtuanya sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah taman yang dapat dikunjungi. Menurutnya, kebun yang bisa dijadikan tempat wisata akan menghasilkan banyak keuntungan.
Namun orangtuanya tidak ingin dia menjadi insinyur pertanian. Mereka menghendaki dia menjadi seorang dokter yang pekerjaannya pasti lebih bersih daripada seorang petani yang berlepotan tanah. Orangtuanya mati-matian agar dia mengikuti kehendak mereka.
Tetapi gadis itu menolak. Dia mengatakan bahwa menjadi dokter bukan kehendaknya. “Saya tidak bisa melakukan kehendak orang lain. Saya lebih bisa melakukan kehendak saya,” kata gadis itu.
Dalam pergumulan batinnya, gadis itu memutuskan untuk mendalami pertanian. Ia memasuki jurusan pertanian hingga lulus. Dia beruntung, karena sambil studi dia juga mempraktikan ilmunya di kebun orangtuanya.
Mantapkan Tekad
Sering ketekadan hati membawa orang untuk meraih sukses dalam hidup. Yang penting adalah orang sungguh-sungguh dalam upayanya meraih cita-cita. Ketika orang hanya berusaha setengah-setengah, orang akan gagal. Orang tidak berhasil meraih keinginannya.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani maju meski ada tantangan yang menghadang. Gadis itu mengalami hambatan dari orangtuanya yang menginginkan dirinya menjadi dokter. Dia tetap bersikeras pada cita-citanya. Dia kemudian berhasil, karena berpegang teguh pada kehendak dirinya. Dia berjuang untuk meraih cita-citanya.
Tantangan pasti ada dalam kehidupan manusia. Bahkan tantangan yang berat mesti dihadapi dengan keteguhan hati. Ada banyak godaan untuk meninggalkan cita-cita, namun orang mesti tetap bertahan dengan menunjukkan usaha kerasnya. Orang tidak ogah-ogahan dalam berusaha.
Mari kita terus-menerus berjuang untuk menggapai cita-cita kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
