Usai dibuka dengan Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan Opening Ceremony yang secara resmi membuka kegiatan Puncak Sinode III Keuskupan Agung Palembang. Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yowono menyatakan, bahwa sinode ini akan merumuskan, menyamakan persepsi mengenai visi misi dan spiritualitas perjalanan gereja dalam 10 tahun ke depan. Namun lebih dari itu, sinode diharapkan dapat mengisi spiritualitas umat.

Bapa Uskup menjelaskan, ‘Allah adalah kasih’ sebagai motto yang ia hidupi, setelah dipindahtugaskan dari Keuskupan Tanjung Karang sebagai uskup agung Keuskupan Agung Palembang. Sesuai dengan harapan Bapa Uskup, kasih adalah predikat Allah yang harus menjadi predikat hidup umat Katolik. Jika Allah adalah kasih, dan kita mengaku umat beriman, maka hanya perbuatan baik yang boleh kita lakukan dalam situasi apapun.

“Kepada umat Katolik saya juga berharap agar tidak berpangku tangan, pasif, menjadi penonton dalam kehidupan bermasyarakat dan kebangsaan. Kasih tidak diam. Kasih bergerak aktif, beraksi, berpartisipasi,” tutur Bapa Uskup.

Seperti Yesus yang menjadi garam dan terang dunia, garam membuat makanan tidak hambar.
“Kita umat Katolik adalah garam dunia yang kehadirannya dapat membawa sukacita, kenyamanan, harmonis, dan ketentraman. Terang membuat orang berjalan mantap tanpa ragu, karena yakin sampai tujuan,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, H. Herman Deru selaku Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Asisten I H. Edward mengucapkan selamat atas terselenggaranya puncak acara Sinode III.

“Mudah-mudahan membawa berkat kedamaian bagi umat Katolik yang hadir di sini. Semoga semua berjalan lancar, dan dapat mengayomi umat, serta membawa dampak positif kepada pemerintah dan masyarakat Sumatera Selatan, terlebih dalam menjaga keberagaman di Sumatera Selatan,” katanya.
Melalui Edward, Bapak Herman Deru juga mengajak seluruh umat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dalam penerapan Provinsi Sumatera Selatan sebagai daerah Zero Conflict antar suku dan agama. Beliau pun berharap agar seluruh umat yang hadir dapat mengimplementasikan hak dan kewajiban sebagai warga Sumatera Selatan, termasuk umat Jambi dan Bengkulu yang hadir.

Untuk membuka acara Puncak Sinode III secara resmi, Mgr. Harun memukul gol diikuti oleh Ketua DPRD Sumatera Selatan, Hj. R.A. Anita Noeringhati. **
Maria Sylvista
