Pelepasan Kontingen Pesparani Oleh Gubernur Sumatera Selatan: Pergi Membawa Nama Baik, Pulang Harus Lebih Baik Lagi

Kontingen Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Katolik Provinsi Sumatra Selatan secara resmi dilepas oleh H. Herman Deru, S.H., M.M., selaku Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (25/10). Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen kepada ketua kontingen Drs. Alphonsus Supardi.

Drs. Alphonsus Supardi, Ketua Kontingen Pesparani Sumatera Selatan menerima bendera kontingen dari Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, S.H., M.M. | Foto: Kristina Yuyuani Daro – Tabloid KOMUNIO

Acara pelepasan ini dihadiri oleh kontingen Provinsi Sumatera Selatan yang akan berangkat ke Kupang, NTT, Rabu (26/10). Turut hadir juga Pembimbing Masyarakat Katolik, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Aloysius Harmadi juga beberapa staf dan asisten Gubernur Sumatera Selatan.

Kontingen Pesparani Provinsi Sumatera Selatan siap membawa harum nama Gereja Katolik Keuskupan Agung Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan | Foto: Kristina Yuyuani Daro – Tabloid KOMUNIO

Acara yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB ini diawali dengan laporan dari ketua kontingen Pesparani Sumatera Selatan. Alphonsus Supardi menyampaikan, bahwa ini adalah tahun kedua dilaksanakannya Pesparani Nasional. “Pesparani nasional tahun ini adalah tahun kedua yang diikuti oleh kontingen Sumatera Selatan. Tahun pertama kami mengikuti kegiatan ini di Ambon, Maluku,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, bahwa tahun sebelumnya, mereka juga meraih prestasi dari lomba-lomba yang diadakan. “Kontingen ini meraih dua medali emas dari Lomba Paduan Suara Dewasa dan Paduan Suara Anak,” kata Supardi.

Kontingen Pesparani Provinsi Sumatera Selatan sedang beraudiensi dengan Gubernur Herman Deru | Foto: Kristina Yuyuani Daro – Tabloid KOMUNIO

Kontingen Sumatera Selatan juga meraih juara 2 nasional untuk Paduan Suara Campuran Pria dan Wanita. Lalu ada Lomba Bertutur Kitab Suci meraih juara 1 nasional dan Lomba Mazmur Anak yang memperoleh juara 1 nasional pada acara KVKI Katolik yang diadakan tahun 2021.

“Pesparani nasional yang kedua mestinya dilaksanakan pada tahun 2020, namun karena pandemi Covid-19, kegiatan tersebut ditunda. Sebagai penggantinya, tahun 2021 diadakan lomba secara virtual yang disebut KVKI Katolik, yang diselenggarakan oleh LP3KN,” Kata Supardi.

Pesparani Nasional yang kedua ini dilaksanakan dengan keterbatasan jumlah. Perwakilan yang diutus maksimal 35 orang untuk sebuah kontingen, yang difasilitasi oleh LP3KD dan panitia penyelenggara.

Kiri ke kanan: Romo Felix Astono Atmaja SCJ (Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang), Aphonsus Supardi (Ketua Kontingen Pesparani Katolik Provinsi Sumatera Selatan), Herman Deru (Gubernur Provinsi Sumatera Selatan) | Foto: Kristina Yuyuani Daro – Tabloid KOMUNIO

Ada tiga bidang lomba yang akan diikuti. Pertama, Lomba Mazmur yang terdiri dari empat kategori yaitu anak, remaja, OMK dan dewasa. Kedua, Lomba Bertutur Kitab Suci. Ketiga, Lomba Cerdas Cermat Rohani untuk kategori anak dan remaja.

Sementara Gubernur Sumatera Selatan memberikan dukungan kepada para kontingen. “Saya sudah mendengar bahwa begitu membanggakan prestasi-prestasi dari anak-anak kita dari berbagai kategori. Tentu itu justru menjadi beban bagi kita, untuk dapat menjadi lebih baik. Kalau kita berangkat dengan nama baik, maka tentu diharapkan pulang juga menjadi lebih baik lagi,” kata Herman Deru.

Kontingen Pesparani Provinsi Sumatera Selatan berfoto bersama di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan | Foto: Kristina Yuyuani Daro – Tabloid KOMUNIO

Menurut Herman Deru, Pesparani Nasional ini merupakan ajang bergengsi. “Seyogyanya kita bisa mengirim delegasi yang lebih banyak lagi, tetapi dikarenakan jarak yang cukup jauh, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Adapun keterbatasan-keterbatan masalah transportasi dan akomodasi yang menjadi alasan klasik dari setiap kontingen, baik di bidang olahraga, kesenian. Tetapi biasanya tetap ada solusi dari sponsor, dari pemerintah provinsi atau dari kementrian agama, serta pribadi-pribadi dan korporasi,” tandasnya.

Pihak kontingen Sumatera Selatan pun mohon bimbingan dan arahan dari gubernur untuk kelancaran selama di Kupang, NTT. Alasannya, kontingen ini pergi tidak hanya membawa nama Gereja Keuskupan Agung Palembang, tetapi juga membawa nama Provinsi Sumatera Selatan.

Gubernur Herman Deru membawa bendera Kontingen Pesparani | Foto: Kristina Yuyuani Daro – Tabloid KOMUNIO

“Kami berangkat tentu bukan hanya soal pertemuan, melainkan juga sebagai satu ajang untuk seni budaya, terutama seni budaya bernuansa Katolik yang akan disatukan di Kupang.
Kami mohon dukungan dari Bapak Gubernur, supaya apa yang kami lakukan, juga atas nama Provinsi Sumatera Selatan dan Gereja di Keuskupan Agung Palembang ini,” harap Supardi.

H. Herman Deru, S.H., M.M. pun mengharapkan kontingen Sumatera Selatan membawa nama harum provinsi. “Saya bangga dengan Bapak Ibu sekalian dan Adik-adik. Saya harapkan kontingen ini membawa nama harum. Ini bukan hanya nama harum Gereja, tapi nama harum Sumsel (Sumatera Selatan). Beban kejuaraan yang diraih sebelumnya akan mendorong mental anak-anak kita untuk bertanding. Dengan bekal latihan dan psikologi yang mapan, saya yakin kita bisa meraih prestasi,” tegas Gubernur

Di akhir acara, ia melepas kontingen Pesparani Sumatera Selatan secara resmi. “Baiklah dengan memohon Ridho Tuhan yang Maha Kuasa, kita secara resmi memberangkatkan kontingen Pesparani Sumatera Selatan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). **

Kristina Yuyuani Daro

Leave a Reply

Your email address will not be published.