Bonum Depositum Custodi: Pelihara Warisan Yang Indah melalui Pelayanan Yang Sungguh

“Saudara-saudari terkasih, Keuskupan Sanggau mempunyai seorang uskup baru yang akan memimpin serta mempersatukan umat pada Kristus, memperhatikan keselamatan, serta hidup sehati sejiwa dalam suka dan duka dengan umat. Sebagai tanda syukur kepada Tuhan, kita semua dengan gembira menyambut Uskup Valentinus sebagai pemimpin Keuskupan Sanggau!” seru Mgr. Piero Pioppo, mengumumkan Uskup Valen, yang baru saja ditahbiskan.

Ribuan umat bertepuk tangan atas ditahbiskannya Mgr. Valentinus Saeng CP, Uskup Keuskupan Sanggau. Tahbisan Uskup Valentinus diselenggarakan di Gereja Katolik Katedral Hati Kudus Yesus, Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (11/11). Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo bertindak sebagai penahbis utama, sedangkan Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo dan Mgr. Giulio Mencuccini CP, menjadi uskup penahbis pendamping.

Upacara Penahbisan Uskup Valentinus Saeng CP ddahului janji uskup terpilih, litani para kudus, penumpangan tangan pentahbis utama yang disusul 33 uskup, pengurapan minyak krisma, penyerahan Kitab Injil, penyematan cicin uskup, mitra, dan tongkat kegembalaan | Foto: tangkapan layar live Tahbisan Uskup Sanggau Komsos KWI

Pembacaan surat pengangkatan Uskup Sanggau oleh Paus Fransiskus, mengawali rangkaian upacara penahbisan. Setelahnya, Kardinal Suharyo memberikan homilinya.

“Saya ingin menawarkan renungan sederhana, berupa tafsiran saya atas semboyan yang dipilih Mgr. Valen,” katanya mengawali homili, pagi itu.

Ribuan umat dalam Gereja Katolik Katedral Hati Kudus Yesus, Sanggau | Foto: tangkapan layar live Tahbisan Uskup Sanggau Komsos KW

Meneladan Timotius

Bonum Depositum Custodi yang berarti peliharalah warisan yang indah menjadi motto kegembalaan Mgr. Valentinus Saeng CP. Motto ini, menurut Kardinal Suharyo, merupakan kutipan atas surat Rasul Paulus kepada Timotius. Artinya, sebagai uskup, Mgr. Valentinus ingin menjalankan apa yang dihayati oleh Timotius, atas saran Rasul Paulus.

Timotius, kata Kardinal, “adalah pribadi yang hebat.” Ini terbukti dari 13 surat yang ditulis Santo Paulus, 6 diantaranya, Timotius ikut tanda tangan. “Tentu tanda tangan dalam arti yang seluas-luasnya. Saya memahaminya begini: seperti halnya Timotius sungguh-sungguh melayani umat, Mgr. Valen juga ingin melayani umat dengan sungguh-sungguh. Umat di Keuskupan Sanggau ini.”

Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo sedang memberikan homili dalam Upacara Penahbisan Uskup Valentinus Saeng CP | Foto: tangkapan layar live Tahbisan Uskup Sanggau Komsos KWI

Kesungguhan dan Kesiapsediaan Melayani

Kesungguhan dalam melayani, terungkap dalam logo. “Unsur perisai, buah tengkawang, tempayan atau tajau. Bagi saya itu adalah lambang kesungguhan. Sementara itu, Rasul Paulus menyebut Timotius dengan beberapa julukan yang berbeda-beda. Dalam kisah para rasul, Timotius disebut kawan seperjalanan, dalam surat kepada jemaat di Roma, ia disebut mitra kerja,” kata Uskup Agung Jakarta ini.

Julukan yang berbeda-beda adalah lambang kesiapsediaan dalam melayani. “Siap untuk menunaikan tugas perutusan apapun, dalam peran apapun demi kepentingan jemaat. Semangat seperti itu saya baca terungkap dalam gambar roti dan anggur, lambang Ekaristi,” katanya.

Seperti Roti Ekaristi yang diambil, diberkati, dipecah-pecah dan dibagi-bagikan, Mgr. Valentinus pun siap membagikan hidupnya dalam pelayanan sebagai uskup.

Mgr. Valentinus Saeng CP, Uskup Keuskupan Sanggau menduduki tahta uskup | Foto: tangkapan layar live Tahbisan Uskup Sanggau Komsos KWI

Pengorbanan

“Yang tidak boleh dilewatkan tentu saja simbol dengan huruf JXP: Jesu Xpi Passio. Karena Mgr. Valen adalah anggota Kongregasi Pasionis, artinya beliau punya devosi, kebaktian, kepada sengsara Kristus. Sengsara Kristus menjadi pokok kebaktian, bentuk dari korban demi kasih,” kata Mgr. Suharyo.

Arti logo kegembalaan Mgr. Valentinus Saeng CP | Foto: Buku Tahbisan Uskup

Pentingnya Kesehatan

“Saya akan mengakhiri renungan ini dengan nasihat Rasul Paulus kepada Timotius yang amat sangat pribadi. Rasul Paulus menulis begini, ‘Jangan lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit demi kesehatanmu.’ Nasehat untuk menjaga kesehatan.”

Dengan kesehatan yang prima, kata kardinal, Mgr. Valentinus dapat mengasihi umat dengan sungguh-sungguh. Pelayanan yang diberikan pun akan semakin unggul.

Usai homili, upacara penahbisan uskup dilanjutkan dengan janji uskup terpilih, litani para kudus, penumpangan tangan pentahbis utama yang disusul 33 uskup, pengurapan minyak krisma, penyerahan Kitab Injil, cicin uskup, mitra, dan tongkat kegembalaan. **

Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.