Seorang bijaksana berkata, “Aku tak pernah panik ketika tersesat. Aku hanya mengubah ke mana aku ingin pergi.”
Suatu hari seorang ibu mengalami sakit perut yang luar biasa. Setelah beberapa jam meminum obat, sakitnya tidak kunjung reda. Ibu itu menjadi panik. Seluruh anggota keluarga berusaha untuk menenangkannya. Namun tidak berhasil, sia-sia. Bahkan ibu itu berteriak-teriak minta tolong untuk dibawa ke dokter.
Dalam perjalanan ke rumah sakit, ibu itu meronta-ronta. Namun tidak lama kemudian dia tertidur pulas. Suaminya menempelkan punggung tangannya ke kening ibu itu. Masih terasa hangat. Karena itu, dia tidak panik. Dia merasa optimis bahwa istrinya akan segera sembuh saat diberi obat oleh dokter.
Tiba di rumah sakit, ibu itu tersadar. Dia bertanya-tanya, mengapa dia dibawa ke rumah sakit? Dia tidak mau diperiksa oleh dokter, karena dia merasa sudah sembuh. Dia meronta-ronta untuk pulang ke rumah ketika dipaksa untuk masuk ke rumah sakit.
Dia berkata, “Saya sudah sembuh. Kalian jangan panik dan memaksa saya.”

Segera Temukan Jalan Keluar
Dalam keadaan panik orang bisa melakukan apa saja. Bahkan orang dapat melakukan suatu kesalahan fatal bagi diri dan orang lain. Kepanikan menunjukkan bahwa orang kurang percaya akan penyelenggaraan Ilahi. Orang kurang yakin bahwa Tuhan senantiasa bekerja bersama dirinya dalam hidup ini.
Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tetap tenang dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Ibu itu panik, namun dia segera menyadari dirinya bahwa kepanikan sebenarnya tidak perlu terjadi. Semestinya dia tetap tenang dalam situasi sakitnya. Dia tidak perlu meronta-ronta.
Kepanikan sering membuat orang mengalami kebuntuan dalam hidup. Seharusnya ada jalan keluar yang segera ditemukan, namun karena panik orang menjadi lupa. Atau orang kehilangan cara terbaik untuk mengatasi masalah hidupnya. Orang kemudian dikuasai oleh emosi.
Mari kita berusaha untuk mengatasi persolan-persoalan hidup kita dengan membiarkan Tuhan menguasai hidup kita. Kita menyertakan Tuhan dalam setiap persoalan hidup kita. Dengan demikian, hidup kita mengalami sukacita dan bahagia. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **
Frans de Sales SCJ
