Sepuluh Tahun Kedepan Berjalan Bersama Menjadi Anak Allah ‘Yang Seperti Kristus’ 

Sinode III Keuskupan Agung Palembang telah menghasilkan simpulan yang menjadi arah dasar pastoral. Oleh karena itu, Minggu (27/11), tepat pada awal tahun liturgi, Uskup Agung Mgr. Yohanes Harun Yuwono SCJ mempromulgasikan Arah Dasar (Ardas) Pastoral Keuskupan Agung Palembang (KAPal). Promulgasi ini ditandai dengan penandatanganan flayer dokumen ardas, yang dilakukan dalam Ekaristi sore, di Gereja Katolik Paroki Katedral Santa Maria Palembang.

Ekaristi Promulgasi Ardas Pastoral KAPal | Foto: dokumentasi KOMSOS KAPal

“Ardas (Pastoral KAPal) yang ditetapkan oleh gembala agung kita adalah tuntunan bagi kita, untuk menjadi anak-anak terkasih seperti Yesus, yang berkenan kepada Bapa, dan menjadi garam dan terang dunia, serta menjadi sakramen keselamatan. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, kita ingin wujudkan diri sebagai orang Katolik sejati dan Indonesia sejati,” kata Romo Felix Astono Atmaja SCJ, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang dalam pengantar Ekaristi.

Umat KAPal menyambut Ardas KAPal dengan tahun syukur. Ini dikatakan Mgr. Harun, dalam homilinya. Pasalnya, tahun depan, tahun 2023 umat Allah KAPal akan merayakan 100 tahun Prefektur Apostolik Bengkulu, cikal bakal KAPal. Di tahun yang sama, juga dirayakan 20 tahun Palembang sebagai keuskupan agung. 

“Kita telah mewarisi iman dari pendahulu kita. Mari kita syukuri sepenuh hati dan mewariskan iman kepada generasi sesudah kita,” ajak Uskup Agung Harun.

Romo Kristianto Pr, memegang Dokumen Ardas Pastoral KAPal | Foto: dokumentasi KOMSOS KAPal

Tentang Ardas Pastoral KAPal, uskup agung menekankan, bahwa segala jalan yang ditempuh, baik katekese internal maupun hidup bermasyarakat, umat harus

“Disemangati oleh keinginan untuk menjadi anak Allah yang berkenan kepada Bapa. Dalam spirit itu, kita terus menerus ingin melakukan kebaikkan, ke dalam dan keluar, sendiri dan bersama-sama, dilihat dan tidak di lihat, menjadi anak-anak yang berkenan kepada Bapa,” tegas Bapak Uskup.

Semangat ini, kata Uskup Harun, diwujudkan dalam keluarga kita. “Bagaimana kehidupan keluarga kita seharusnya dihayati dan dijalani dengan baik, dari keluarga kita akan keluar ke komunitas basis, lingkungan, stasi, paroki, dan lingkungan masyarakat,” katanya.

Mgr. Harun memukul gong tanda promulgasi Ardas Pastoral KAPal | Foto: dokumentasi KOMSOS KAPal

Puncak promulgasi ini ditandai oleh dibacakannya visi, misi, dan spiritual Ardas Pastoral KAPal, serta penandatanganan flayer Ardas Pastoral KAPal. Adapun visi yang akan dihidupi selama sepuluh tahun adalah Umat Katolik Keuskupan Agung Palembang sebagai saudara-saudari Kristus adalah garam dan terang dunia serta sakramen keselamatan bagi seluruh ciptaan. Promulgasi ditutup dengan tiga kali pemukulan gong. 

Selain Promulgasi Ardas Pastoral KAPal, Ekaristi juga menjadi wujud syukur atas 25 tahun imamat tujuh orang imam. Mereka adalah Romo Andreas Suparman SCJ, Romo Laurentius Suwanto SCJ, Romo Thomas Eddy Susanto SCJ, Romo Antonius Dwi Pramono SCJ, Romo Robertus Sutopo SCJ, Romo Yohanes Bosco Sumisran Pr., dan Romo Yustinus Slamet Antono Pr. ** Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.