“Hidup tetap manis, meski kadang ada tangis” – Rio SCJ

Hidup itu kadang seperti gula. Kalau kopinya pahit yang disalahin gula. Gulanya kurang. Kalau kopinya kemanisan. Tetap saja yang disalahkan gula. Gulanya kebanyakan. Tapi kalau kopinya pas, yang dipuji kopinya. Kopinya enak, nikmat, kopinya mantap.
Hidup juga seperti itu, kadang kita yang kerja, tapi orang lain yang dipuji. Tapi meski begitu belajarlah tuk menjadi ikhlas. Suatu saat kita akan tau, siapa yang telah memberi rasa.
Jangan kecewa saat orang lain mungkin tak memberi penghargaan. Jangan putus asa meski sudah berjuang menebar kebaikan, yang di dapat fitnahan. Jangan marah dan dendam meski sudah begitu sabar dan memaafkan. Jangan menjadi insecure, meski sudah berjuang tuk selalu bersyukur.
Meski saat ini belum mendapatkan banyak uang, paling tidak tetaplah positif menebar kebaikan. Mungkin dua tahun, tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun belum juga ada rejeki dan uang. percayalah kebaikan selalu akan menang dan mendatangkan rejeki bahkan mungkin juga uang. Yakinlah Tuhan tak pernah diam, Gusti mboten sare. Deo gratias. **Edo/Rio SCJ
