Tiga puluh imam ikut memeriahkan Perayaan Ekaristi 50 Tahun Imamat Rm. Ambrosius Dhani Indrata SCJ, 6 Desember lalu di Paroki Ratu Damai Teluk Betung, Bandar Lampung. Rm. Andreas Suparman SCJ, Provinsial SCJ Indonesia memimpin perayaan syukur ini didampingi oleh Rm. Yohanes Samiran SCJ dan Rm. Dhani, sang pestawan.

Dalam homilinya, Rm. Dhani yang kelahiran Promasan, memberikan sharing panggilan. Rm. Dhani mengatakan bahwa dorongan untuk menjadi imam datang dari kakaknya, Marsudhilah. Dia pun mengikuti dorongan itu dengan melangkahkan kaki menuju seminari.

Rm. Dhani kemudian bergabung dengan Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Tanggal 5 Desember 1972 ia menerima tahbisan imamat. Salah seorang teman kelasnya yang masih hidup adalah Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Emeritus.
Tentang resep kesetiaan dalam menjalani panggilan sebagai imam, Rm. Dhani menunjuk ke atas.
“Karena Allah setia dan berkenan membantu saya dalam keterbatasan saya. Tuhan melimpahkan rahmat kepada saya untuk membimbing saya. Saya tidak menyesal menjadi seorang imam,” tutur Rm. Dhani.

Di akhir sharingnya, Rm. Dhani mengatakan pada masa muda ada banyak tantangan. Ketika menjadi imam medior, ada banyak rantangan. Kini di masa tua ada banyak pantangan.
Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan ramah taman di halaman gereja Ratu Damai Teluk Betung. **
Romo Christoforus Wahyu Triharyadi SCJ
