Seremonial HUT 50 tahun Imamat Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dibuka dengan persembahan lagu ‘Pempek Lenjer’ dari Colours Choir. Setelah itu, para uskup disambut dengan Tari Tanggai, tarian khas Sumatera Selatan yang biasa dibawakan untuk menyambut tamu yang datang ke tanah Sumatera Selatan. Para uskup diberi kapur sirih dan dikenakan tanjak serta kain songket oleh Mgr. Sudarso dan Mgr. Harun.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun. Selain Mgr. Sudarso yang merayakan 50 tahun imamat, Romo Dhani Indrata SCJ juga merayakan imamatnya yang ke-50. Diketahui, Romo Dhani adalah seniornya Mgr. Sudarso.

Mgr. Harun mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa ikut merayakan pesta emas imamat Mgr. Sudarso serta Romo Dhani. Ungkapan bahagianya ini disampaikan lewat 3 buah pantun yang menjadi ciri khas Mgr. Harun.
“Berangkat ke dusun mencari kayu gaharu. Kayu diolah jadi bangku istimewa.
Selamat ulang tahun yang ke-77.
Semoga Mgr Aloysius Sudarso senantiasa sehat dan bahagia.”“Hari Selaso minum jus tomat. Rasanya segar dan lemak nian.
Mgr Aloysius sudarso selamat pesta emas imamat.
Semoga senantiasa dilimpahi berkat Tuhan.”“Dari Tugumulyo membawa selasih. Bijinya putih sungguh bersih.
Di malam bahagia bagi Mgr Aloysius Sudarso yang terkasih.
Bersukacita dan bergembiralah karena Allah adalah kasih.”

Bersama Kuria Keuskupan Agung Palembang, Mgr Harun menyanyikan lagu berjudul “Bapak” untuk Mgr. Sudarso terkasih.
“Terima kasih Mgr. Sudarso, bapak kita semua. ‘Panasmu ngungkuli geni. Keno angina soyo ndadi’. Terima kasih atas segala kebaikan bapak uskup, terima kasih atas segala warisan yanag kami terima. Kami bertekad akan melanjutkan dengan penuh semangat,” tutur Mgr. Harun.
** Maria Sylvista
