Misteri Sakramen Mahakudus (4)

Yesus, Engkau Firdausku di Dunia

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

“Keheningan adalah bahasa Allah.

Tatkala dua sahabat saling mencinta,

Mereka tak perlu banyak kata untuk merasakan kehadirannya.

Mereka tidak perlu berteriak untuk saling mendekatkan diri.

Allah-lah yang menyatukan mereka!”

Tinggal bersama Yesus adalah saat yang membahagiakan seperti dua sahabat yang menghabiskan waktu sepanjang hari untuk ngobrol. Supaya kita belajar semakin mencintai-Nya, kita perlu punya waktu bersama-Nya dalam Sakramen Mahakudus. St. Teresia setelah meninggal, menampakkan diri kepada salah seorang suster, berkata,

“Kami, di surga berada dalam kesatuan cinta dan kesucian dengan kalian semua yang masih di dunia. Semua orang yang berdevosi kepada sakramen mahakudus sama dengan devosi kami; perbedaannya, kami hidup dalam sukacita abadi tetapi kalian masih menderita di dunia”

Yesus, Engkaulah anak domba tak bercela yang dikorbankan untuk kami. Ingatlah bahwa aku adalah salah satu jiwa yang Engkau tebus dengan kematian-Mu, semoga Engkau menjadi milikku sebab Engkau memberikan diri-Mu setiap hari dalam Ekaristi.

Mampukanlah aku untuk menyerahkan diriku kepada-Mu secara total. Aku serahkan diriku agar Engkau bisa melakukan kehendak-Mu dalam diriku. Hancurkanlah yang tidak berkenan pada-Mu yang masih ada dalam diriku, sehingga tidak ada lagi keinginan pribadi selain melayani-Mu.

Oh, Yesus yang manis aku sungguh mencintai-Mu. Maafkan aku karena aku masih sering dikuasai oleh cinta bersyarat. Curahilah aku rahmat-Mu supaya setiap hari aku belajar mencintai-Mu seperti Engkau telah mencintaiku sampai mati di kayu salib.

Doa kepada Bunda Maria

Oh, Bundaku Maria, engkaulah benteng hidupku, Buatlah aku layak menikmati sukacita bersamamu seperti yang telah engkau rasakan di surga.

Ya ratuku, hidup dan penolongku, sukacita, kekuatan dan harapanku, bantulah aku menempuh jalan kecil menuju surga. Aku tahu engkau mampu mencurahkan rahmat kepadaku tatkala aku menghadapi pengadilan terakhir dalam damai Tuhan. Oh, Bunda Maria, engkau begitu rindu membantu para pendosa karena engkaulah ibu dari kehidupan yang sejati! Amin. **

Yohanes Haryoto SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.