“…Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain”
(Matius 2:12)

Para Konfrater dan Saudara-saudari Dehonian yang berbahagia,
Di tengah kesibukan para konfrater dan saudara-saudari dalam pelayanan dan perayaan Natal, perkenankan saya menyampaikan sedikit sapaan dan harapan di saat indah Natal dan Tahun Baru ini.
Pertama-tama, tentu saya sangat berharap agar para konfrater dan saudara-saudari berada dalam keadaan sehat. Bagaimanapun sukacita Natal bisa lebih mudah kita alami dan rasakan bila kita merasa sehat. Kita bisa lebih banyak memberikan diri dan juga membahagiakan sesama kita.
Oleh karena itu, hendaklah kita memandang untuk mengusahakan dan memelihara kesehatan sebagai bagian utama dari hidup dan panggilan kita. Memang karena keadaan dan memang sudah saatnya, ada cukup banyak konfrater saat ini yang mengalami masalah kesehatan. Tentu kita tetap menumbuhkan solidaritas dengan keadaan, rasa-perasaan, pengorbanan dan persembahan diri dan doa-doa para konfrater ini.
Persembahan diri dan doa para konfrater yang sakit dan tua sungguh sangat mengagumkan dan menyuburkan kerasulan kita semua. Maka bagi para konfrater yang sakit dan tua, tetaplah bersemangat dan bersukacita dalam pemberian diri seperti Yesus. Ada pepatah yang meneguhkan “Jangan takut menjadi sakit dan tua. Takutlah menjadi sia-sia.”
Pada tahun pertama pelayanan ini, saya sudah mengadakan visitasi kepada masing-masing konfrater dan sebagian keluarga konfrater. Terus teras banyak kekaguman dan kebanggaan yang saya rasakan ketika melihat sendiri hidup dan karya para konfrater, mendengar sharing tentang hidup, pergulatan dan harapan-harapan indahnya.
Membanggakan juga pelayanan para Superior Wilayah yang pada akhir-akhir ini sungguh memberi perhatian pada para konfrater dan keluarganya. Sapaan dan visitasi kepada para konfrater dan keluarganya mulai diusahakan. Tentu saja semuanya belum maksimal, karena hampir semua superior kita mempunyai tugas pelayanan utama yang lain.
Kelompok-kelompok kerja yang kita bentuk, baik itu Komisi-komisi maupun panitia-panitia sungguh menampakkan antusiasme dan kerja nyatanya yang mendukung dinamika hidup dan pelayanan provinsi kita. Untuk itu semua, saya dan dewan atas nama para konfrater semua mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang besar.
Melalui visi yang kita tetapkan, kita ingin menegaskan kembali sebagai “komunitas persaudaraan religius Dehonian” yang “digerakkan oleh Hati Yesus yang terbuka”. Komisi Spiritualitas dengan setia dan rutin menyediakan bahan-bahan refleksi untuk mendalami spiritualitas kita itu.
Kita bisa melihat komunitas-komunitas wilayah memanfaatkan bahan-bahan itu dengan baik. Kita bisa melihat juga ada cukup banyak umat yang tertarik untuk mendalami dan menghayati spiritualitas kita ini. Mereka ini membentuk Keluarga Awam Dehonian (KAD).
Kehadiran saudara-saudari dalam KAD ini, dengan kekhasan mereka sebagai awam dan keluarga, ternyata justru semakin memperkaya pemahaman dan penghayatan spiritualitas dehonian. Dalam banyak kesempatan KAD ini bukan hanya sekedar sharing spiritualitas, namun juga sharing dalam dinamika kita.
Maka pantaslah kita berusaha untuk bisa “berjalan bersama” dengan KAD ini. Kita berharap bahwa semakin hari saudara-saudari juga semakin “mewujudkan cinta kasih, rekonsiliasi, kordialitas, solidaritas, dan keadilan” (Visi).
Dalam visi, kita ingin menghadirkan “Kerajaan Hati Kudus Yesus di dalam Gereja dan di tengah masyarakat yang plural”. Saya melihat dan merasakan betapa para konfrater telah banyak mengusakan cita-cita ini melalui karya pelayanan yang selama ini dijalankan, baik itu dalam karya yang diserahkan kepada kita maupun dalam karya-karya kita sendiri.
Dengan penuh semangat kita telah merintis karya di Samarinda; akan merintis karya di Pematang Siantar; memantapkan karya dan kehadiran kita di Timika dengan membangun Rumah Retret dan Pembinaan “Loresa”.
Kerajaan Hati Kudus Yesus juga kita hadirkan melalui pelayanan pendidikan. Kita, melalui YPKLD, baru menyelesaikan proyek besar pembangunan SMP dan SMA Yos Sudarso di Metro. Kita juga sedang membangun SD Antonius Jakarta.
Karya ini telah melibatkan kita semua serta para pemerhati yang tak terkira banyaknya, baik pendanaan maupun perhatian. Ke depan kita masih akan meningkatkan pelayanan kita dengan membangun tempat “penyegaran” bagi para imam, biarawan-biarawati di kompleks Skolastikat. Selain pelayanan keluar, kita juga memikirkan kebutuhan intern konfrater kita dengan merencanakan rehat Rumah SCJ Teluk.
Para konfrater dan saudara-saudari dehonian yang baik,
Akhirnya dengan penuh semangat dan syukur marilah kita siapkan perhatian ke depan menyongsong perayaan 100 tahun kehadiran SCJ di Indonesia, tahun 2024. Kita sudah membentuk panitia yang mencoba untuk merancang bagaimana kita bisa mengisi moment penuh rahmat itu.
Rangkaian acara akan kita mulai pada 14 Maret 2023, bertepatan dengan hari Ulang Tahun Pater Dehon. Peristiwa penting lain yang akan kita sambut adalah Kapitel Provinsi tahun 2023. Marilah kita jadikan semua peristiwa tersebut sebagai tanda “Immanuel”, Tuhan menyertai kita.
Tema Natal tahun ini mengajak kita untuk selalu berani untuk tidak tertutup dan nyaman dengan jalan-jalan yang sudah kita lalui, namun berani “melalui jalan lain”.
Kita bangun dalam diri kita semangat “berani dan kreatif” dalam menghayati hidup dan pelayanan kita. Kita wartakan sukacita Natal kepada saudara-saudari kita dengan berjalan bersama dengan mereka “melalui jalan lain”.
Selamat Natal dan Tahun Baru.
**Pater Andreas Suparman SCJ (Superior Provinsial SCJ Indonesia)
