Guys, Selamat Natal!
Natal kemarin, kalian ikut Misa Natal yang mana nih? Tanggal 24 alias Malam Natal, atau tanggal 25 alias Hari Raya Natal, atau kedua-duanya? Boleh nggak kita pilih salah satu? Lalu ada berapa Misa dalam Hari Raya Natal?
Dalam Liturgi Gereja Katolik, jika diikuti secara lengkap, ada tiga Misa yang dirayakan menyambut Hari Raya Natal atau Hari Raya Kelahiran Tuhan Yesus. Masing-masing Misa punya makna tersendiri. Jadi, umat Katolik diwajibkan setidak-tidaknya mengikuti mengikuti dua Misa, yaitu sekali di tanggal 24 dan sekali di tanggal 25 Desember.

Lalu, apa saja ketiga misa itu?
Pertama, Midnight Mass atau Misa Tengah Malam, yang dalam tempat kita Misa Malam Natal. Misa Tengah Malam ini disebut juga Misa Para Malaikat atau The Angels’ Mass.
Seturut tradisi, Tuhan Yesus lahir di Betlehem saat tengah malam. Maka Misa Malam Natal adalah Misa Natal pertama yang dirayakan Gereja. Tujuannya untuk menghormati saat-saat dimana Juruselamat kita datang ke dunia untuk menyelamatkan kita.
Tengah malam kan, pasti gelap ya? Nah, kegelapan malam diibaratkan dengan kegelapan rohani umat manusia, sebelum Yesus lahir. Maka, Mazmur Tanggapan Misa Malam Natal berbunyi: “Hari ini telah lahir bagi kita, seorang Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan.”
Mengapa disebut Misa Para Malaikat? Karena Injil yang diwartakan diambil dari Lukas 2:1-14. Injil ini mengisahkan tentang malaikat yang mengabarkan kelahiran Yesus kepada para gembala. Para malaikat memberitahu ciri-ciri bayi itu: yaitu Dia yang dibungkus dengan kain lampin dan berbaring di palungan.
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” (Lukas 2:10-12)
Karena peran malaikat inilah, maka Misa Malam Natal juga disebut Misa Para Malaikat.

Kedua, Misa Fajar Natal. Fajar artinya dirayakan pada subuh menjelang pagi hari saat matahari terbit. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus pernah mengatakan bahwa Dia adalah Terang Dunia (bdk. Yohanes 9:5).
Ketika matahari mulai terbit, kegelapan akan perlahan digantikan dengan terang. Nah, ini mengingatkan kita akan makna kelahiran Tuhan Yesus ke dunia. Tuhan meninggalkan surga dan menjadi manusia seperti kita, untuk menghalau kegelapan dosa dan menggantikannya dengan Terang Sejati, yaitu Diri-Nya.
Maka kita akan dengar Mazmur Tanggapan yang berbunyi: “Hari ini cahaya turun atas kita, sebab Tuhan lahir bagi kita”
Kalau Misa Malam Natal disebut Misa Para Malaikat, maka Misa Fajar Natal disebut juga The Shepherd’s Mass atau Misa Para Gembala. Ini karena Bacaan Injil yang diwartakan mengisahkan tentang para gembala yang pergi menemui bayi Yesus dan orangtua-Nya (Lukas 2:15-20).
“‘Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.’ Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.”
(Lukas 2:15-18)

Ketiga, Misa Natal yang dirayakan sepanjang Hari Raya Natal, tanggal 25 Desember. Umumnya dirayakan mulai pagi hingga siang hari. Melambangkan bahwa Putera Allah yang dijanjikan sejak manusia jatuh dalam dosa, kini telah dinyatakan ke seluruh dunia.
Maka Mazmur Tanggapan akan berbunyi: “Segala ujung bumi t’lah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.”
Misa Natal ini disebut juga dengan The King’s Mass atau Misa Raja. Karena bacaan Injil (Yohanes 1:1-18) mengajak seluruh bangsa untuk menyembah Dia yang baru lahir. Itulah makna ketiga Misa yang dirayakan saat Natal.
** Kristiana Rinawati (Sumber: www.catholiccompany.com)
