Yang Terjadi Saat Seorang Paus Meninggal

Akhir tahun 2022 lalu, tepatnya 31 Desember 2022, dunia berduka atas berpulangnya Paus Benediktus XVI ke rumah Bapa. Dalam duka, kita dapat melihat serangkaian upacara pemakaman. Upacara ini tentunya sangat berbeda dari pemakaman awam atau klerus Katolik lain.

Melalui artikel ini, kita akan mengetahui apa yang terjadi saat seorang paus meninggal dunia dan apa makna dari prosesi penguburan seorang paus?

Jenazah Paus Emeritus Benediktus XVI di semayamkan di Basilika Santo Petrus | Foto: CNS photo/Vatican Media

Berita Kematian oleh Chamberlain Roma

Ketika seorang paus yang masih menjabat meninggal dunia, sekretaris negara Vatikan atau Camerlengo atau Chamberlain: yaitu sebutan untuk Pengurus Rumah Tangga Gereja Roma, mengkonfirmasi wafatnya paus dengan memanggil nama Paus tiga kali.

Jika tidak ada jawaban dari paus, dulunya, Chamberlain ini akan menggunakan palu perak khusus untuk memukul dahi paus, tentunya memukul, bukan yang memukul gimana ya.

Nah, Jika paus tidak menjawab atau tidak bereaksi, maka Chamberlain menyatakan bahwa paus meninggal dunia. Seiring perkembangan teknologi, wafatnya paus diumumkan berdasarkan pemeriksaan medis oleh dokter, sehingga pukulan palu di dahi tidak dilakukan lagi.

Setelah Paus dinyatakan meninggal dunia, Chamberlain akan mengesahkan sertifikat kematian paus. Lalu, Chamberlain akan melepaskan ‘Cincin Nelayan’ atau Bahasa Inggrisnya: Ring of the Fisherman, Bahasa Latinnya: Anulus Piscatoris.

Chamberlain: French Cardinal Jean-Louis Tauran | Foto: www.catholicregister.org

Menghancurkan Cincin Nelayan Paus

Nah, apa itu Cincin Nelayan? Cincin Nelayan adalah salah satu atribut resmi yang dikenakan oleh Paus. Nelayan dalam Tradisi Suci, menyimbolkan tugas perutusan para rasul. Kalau kalian ingat, Tuhan Yesus mengutus para rasul sebagai “penjala manusia” (Markus 1:17).

Cincin Nelayan ini juga berfungsi sebagai stempel untuk menyegel dokumen resmi yang ditandatangani oleh Paus. Juga, jika bertemu dengan paus, umat Katolik punya tradisi mencium cincin nelayan ini, yang menyimbolkan rasa hormat dan ketaatan kita pada paus, selaku wakil Kristus di dunia ini.  

Setelah cincin nelayan dilepaskan dari jari paus, maka Chamberlain akan menghancurkan cincin ini dengan palu di depan para kardinal dan menyegel ruang kepausan dengan segel lilin. Hal ini dilakukan untuk mencegah pemalsuan dokumen, juga untuk alasan keamanan negara, karena kita tahu, paus juga pemimpin Kota Negara Vatikan.

Cincin Nelayan yang digunakan Paus Benediktus XVI dalam masa kepausannya | Foto: http://1.bp.blogspot.com/

Chamberlain Mengambil Alih Tahta Kosong Kepausan

Selain itu, gerbang yang menuju ke Basilika Santo Petrus akan ditutup dan bendera diturunkan menjadi setengah tiang, tanda perkabungan. Nah, tahta paus akan disebut sede vacante atau tahta kosong. Karena itu, seluruh otoritas kepausan akan diambil alih oleh Chamberlain, sampai paus yang baru terpilih.

Chamberlain juga mengurus pemilihan paus dalam sidang konklaf, di mana para kardinal dari seluruh dunia yang punya hak suara akan berkumpul di Kapel Sistina. Tapi, kondisi sede vacante ini tidak berlaku saat wafatnya Paus Benediktus XVI, karena beliau sudah emeritus atau bukan paus yang sedang menjabat.

Cathedra: Kursi Uskup, lambang tahta seorang uskup. Paus ialah uskup Roma | Foto: https://charlescole.files.wordpress.com/

Pemakaman Paus

Jenazah paus mengenakan jubah kepausan berwarna merah. Jenazah harus dimakamkan 4-6 hari setelah wafat. Dalam 3-5 hari pertama, jenazah Paus disimpan di dalam kapel Clementine di dalam Basilika Santo Petrus. Untuk pemakaman, akan dilangsungkan di altar utama atau di luar lapangan Basilika Santo Petrus.

Wajah Paus Emeritus Benediktus XVI ditutup dengan kain putih | Foto: https://www.thetimes.co.uk/

Jenazah Paus Dibaringkan Tiga Peti

Menariknya, saat pemakaman, jenazah paus ditempatkan di dalam tiga lapisan peti, yaitu peti cemara, peti timah, dan peti elm. Masing-masing lapisan punya makna.

Peti cemara adalah lapisan terdalam, yang terbuat dari cemara, dalam lapisan ini, ditempatkan juga sekantong koin: boleh emas, perak, atau tembaga. Nah, jumlah koin sama dengan jumlah tahun kepausannya.

Peti cemara melambangkan bahwa paus adalah manusia biasa sama seperti kita. Peti cemara disegel dengan tiga pita sutra dan ditempatkan di dalam peti lapisan kedua, yaitu peti timah.

Elm adalah lapisan terluar peti paus, di dalamnya terdapat peti timah dan cemara | Foto: https://pbs.twimg.com/

Peti timah ditutup dengan solder, diukir dengan nama paus dan tanggal kepausannya lalu ditempatkan di peti lapisan terluar yaitu peti elm. Elm ini sejenis tumbuhan kayu, yang melambangkan martabat Paus. Lalu peti elm ini dipaku rapat dengan paku emas.

Lalu paus akan dimakamkan biasanya di bawah altar utama Basilika Santo Petrus, di dekat makam St. Petrus, paus pertama Gereja Katolik. Namun, waktu masih hidup, paus juga tetap bisa request, di mana dia akan dimakamkan.

Selain prosesi pemakaman, Gereja kita punya tradisi untuk mendoakan paus yang meninggal selama sembilan hari berturut-turut atau sebutannya “novemdiales”. **Kristiana Rinawati (dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published.