Misteri Sakramen Mahakudus (13)

Mata-Ku dan Hati-Ku Ada di Sana

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

Karya ‘kan berarti tatkala terbebas dari cinta diri,

Gerak hidup demi kemuliaan-Nya semata.

Mata dan hati ada pada Yang Ilahi.

Sukacita baka telah menjelma dalam jiwa.

Adorasi Sakramen Mahakudus | Foto: https://files.ecatholic.com/

Pengajaran

Karakter cinta itu memberi! Inkarnasi adalah peristiwa yang sangat mengagumkan kita, yaitu Allah tinggal di antara kita sebagai Emanuel – Tuhan beserta kita. Allah telah memberikan diri-Nya secara total. 

“Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita “(Yoh 1:14). Ia telah menjadi sahabat, kakak dan bapa kita. Pemberian diri Allah dalam inkarnasi itu diteruskan dalam Ekaristi. Maka Ekaristi adalah perpanjangan inkarnasi.

Ini bentuk cinta kasih Allah yang diperluas atau pemberian diri Allah yang tak terbatas. Pemberian diri dalam Ekaristi merupakan wujud realisasi janjiNya: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu!” (Yoh 14:18).

Komuni suci memampukan kita memasuki misteri inkarnasi. Kita disatukan dengan yang Ilahi; kodrat kita menyatu dengan kemanusiaan Yesus, bersatu dengan hati Ilahi-Nya. Tatkala kita bersatu dengan hati Ilahi-Nya, Ia tidak hanya menjadi sahabat, teman atau bapa, tetapi lebih dari itu! Ia sudi menjadi kekasih jiwa.

Sungguh di dalam Sakramen Mahakudus Tuhan Yesus mewujudkan janji-Nya dengan bertakhta di tabernakel siang dan malam: “Mata-Ku dan hati-Ku ada di situ sepanjang masa!” (1Raj 9:3).

Tanggapan Jiwa

Oh, Tuhanku, mengapa Engkau harus bertakhta dalam Sakramen Mahakudus siang dan malam? Apakah tidak cukup hanya siang hari? Di siang hari Engkau masih ditemani oleh orang yang menyembah-Mu dalam Adorasi. Untuk apa Engkau harus tinggal dalam gereja yang kosong, tak seorang pun ada di sana?

Dalam hati kecilku, aku telah mengerti alasan-Mu, mengapa Engkau berbuat seperti itu! Kasih-Mu kepada umat manusia telah mendorong-Mu “terpenjara” dalam Sakramen Mahakudus siang dan malam; ada orang yang berdoa ataupun tidak! Kasih telah mendesak-Mu untuk turun ke dunia dan tinggal dalam tabernakel siang dan malam guna menyelamatkan kami.

Ya Yesusku, Aku ingin menyenangkan hati-Mu dengan mempersembahkan seluruh kehendak dan keinginanku kepada-Mu. Engkaulah Raja Agung yang kekal! Engkau telah meninggalkan takta keagungan-Mu untuk tinggal dalam Sakramen Ilahi bukan hanya sekedar ingin hadir dan dekat dengan kami, tetapi pada dasarnya, Engkau ingin berkomunikasi dengan kekasih-Mu yaitu jiwa kami.

Seandainya secara fisik Engkau hadir di depan kami tentu tak seorangpun yang berani mendekati-Mu. Engkau terlalu Agung dan Kudus, sedangkan kami orang berdosa, lemah dan kecil. Oleh karena itu, Engkau bertakhta dalam Hosti Kudus supaya Engkau bisa aku sambut, dan Engkau bisa memasuki dan memiliki hatiku. Tatkala aku rindu menyambut-Mu, sesungguhnya Engkau telah membakar hatiku dengan kuasa kasih-Mu dan sungguh Engkau bersukacita bisa bertakhta dalam hatiku.

Datanglah ya Tuhan Yesus. Datanglah. Aku sangat rindu menerima diri-Mu seorang diri, supaya Engkau menjadi Tuhan dan Allah bagi hati dan kehendakku. Untuk menikmati kasih-Mu, aku rela menghentikan kepuasan, kesenangan dan kehendak diriku sendiri.

Oh, kekasih jiwaku, Engkaulah Allah yang Mahakasih, rajai dan taklukkanlah seluruh diriku; hancurkan dan musnahkanlah semua yang ada padaku. Oh, kekasih jiwaku ketika aku menerima komuni suci jangan ijinkan ciptaan-Mu ada dalam hatiku. Penuhilah hatiku hanya oleh kemuliaan Ilhi-Mu saja. Tuhan Yesus, I love You! Dan aku ingin senantiasa mencintai-Mu secara pribadi dan eksklusif untuk selama-lamanya. Tariklah dan kuasailah aku senaatiasa dalam kasih-Mu, ya Tuhan Yesus. Amin.

Kunjungan Kepada Perawan Maria Yang Terberkati.

St. Bernardus mendesak kita, “Ayo, kita mencari rahmat Allah, dan mencarinya bersama Bunda Maria!” Menurut St. Damian, “Bunda Maria adalah gudang Rahmat Allah!” Ia dapat melimpahkan rahmat Ilahi itu kepada kita dan ia sangat rindu melakukan hal itu. Ia senantiasa mengundang dan memanggil kita dengan berseru, “Siapapun yang lemah, merasa kecil dan menderita, datanglah kepadaku!”

Bunda Maria, engkau perawan yang mengagumkan, perawan yang dipuja dan dipuji di mana-mana; perawan yang penuh kemuliaan, lihatlah aku orang berdosa ini datang kepadamu. Sungguh aku letakkan semua harapan dan kepercayaanku hanya padamu. Bawalah aku terbang ke tempat tinggi, oh, Bunda Allah yang teramat suci. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.