“No amount of money can buy a blessing and helping” – Rio SCJ

Menerima itu berkah, memberi itu anugrah. Banyak anugrah gratis telah kita terima, bahkan berlimpah. Namun sering kita sulit dan pelit tuk berbagi. Ingatlah 5 hal sederhana ini tuk ikhlas berbagi. Pertama: the stronger people must make time to help and blessing others (orang-orang yang lebih kuat harus menyediakan waktu mereka untuk membantu dan memberkati orang lain). Kadang pribadi yang hebat bila punya power, kuasa, jawabatan dan kaya akan materi. Bukan itu ukurannya. The stronger and powerful people (orang-orang yang kuat dan berkuasa) adalah yang ikhlas berbagi, membawa berkat dan menjadi berkat.
Kedua: help people even when you know the cant help you back (bantulah orang-orang yang kau tahu, bahwa mereka tidak dapat membalas bantuanmu). Teruslah berbagi meski kadang sering dibohongi dan dihianati. Ingatlah berbagi itu bukan melulu urusan sesama, tapi urusan kita dengan sang pencipta. Kalau sesama tak membalas, Tuhan yang akan membalas.
Ketiga: we can’t help everyone but everyone can help someone (memang kita tidak dapat membantu semua orang, tapi semua orang dapat membantu seseorang). Yakinlah semua bisa berbagi tapi tak semua mau ‘tuk berbagi dan ikhlas memberi.
Keempat: you never know where a blessing can come from (kamu tidak akan tahu dari mana datangnya berkat). Berkat datang dari atas. Ingatlah gaji itu dari pemerintah, perusahaan, yayasan, dan orang yang mempekerjakan, tapi rejeki itu dari Tuhan. Yakin saja kita nggak akan pernah jadi miskin, saat kita ikhlas berbagi.
Kelima: never stop doing little thing with extraordinary love (jangan berhenti melakukan hal kecil dengan cinta yang besar). Berbagi itu bukan soal materi. Sekecil apapun kita berbagi, bila ikhlas dan penuh kasih, maka anugrah bertambah bahkan berlimpah. Do ordinary things with extraordinary love (lakukan hal biasa dengan cinta yang luar biasa). Deo gratias.
**Edo/Rio SCJ
