Misteri Sakramen Mahakudus (16)

Sakramen Penyembuhan

(Sumber: Buku Visitasi kepada Sakramen Mahakudus dan Bunda Maria Yang Terberkati karya St. Alphonsus Maria de Liguori)

“Tuhan, saya tidak pantas

Engkau datang pada saya,

Tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh!”

Sakramen Mahakudus dalam Monstrans | Photo: https://id.pinterest.com/

Pengajaran dan Kesaksian

Inti iman Katolik adalah Perayaan Ekaristi karena Perayaan Ekaristi merupakan pusat hubungan kita dengan Allah. Dalam Ekaristi, misteri agung kehidupan, wafat dan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus dirayakan secara sakramental.

Pada masa-masa awal Gereja, Perayaan Ekaristi dipandang sebagai suatu sakramen penyembuhan dan trasnformasi; atau sebagai ibadat yang membawa kesembuhan kepada orang-orang yang merayakannya. Misalnya, St Agustinus dalam bukunya The City of God, memberi kesaksian tentang penyembuhan yang telah dia lihat dalam gerejanya sendiri akibat Komuni Kudus yang diterima oleh umatnya.

Barbara Shelmon menulis, “Setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita merayakan perayaan penyembuhan. Ketika kita mendekati altar atau bersembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus, kita berdoa: Tuhan, saya tidak pantas menerima-Mu, tetapi berkatalah saja maka saya akan sembuh! Ini adalah sebuah doa iman akan kuasa Yesus Kristus untuk menyembuhkan atau memenuhi kebutuhan tubuh, pikiran dan jiwa kita.

Jika kita benar-benar percaya bahwa Yesus hadir dalam roti yang telah dikonsekrasikan maka kita pun harus berharap untuk mendapat kesembuhan pada waktu menyambutnya atau bersujud di hadapan Sakramen Mahakudus. Tuhan Yesus akan menyembuhkan kita secara holistik (utuh): tubuh, jiwa dan roh kita.”

Kerinduan Untuk Disembuhkan!

Nabi Yeremia penah mengeluh, “Tidak adakah balsem di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku? “(Yer 8:22). Gilead adalah sebuah pegunungan di Arab di mana banyak tumbuh tanaman herbal yang penuh aroma seperti rempah-rempah.

Menurut Venerabel Bede, Gilead adalah gambaran Yesus Kristus, yang senantiasa menyediakan diri dalam Sakramen Mahakudus untuk menyembuhkan aneka luka kita. Tuhan Yesus sebagai tabib Agung mengundang kita, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban, Aku akan memberi kelegaan kepadamu!” (Mat 11:28).

Tuhan Yesus, aku akan mengatakan kepada-Mu seperti Marta, kakak Lazarus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit!” (Yoh 11:3). Ya, “dia” – banyak jiwa yang sakit yang membutuhkan penyembuhan Tuhan!

Tuhan Yesus, aku ini ciptaan yang malang yang Kaukasihi; jiwaku terluka oleh dosa yang telah aku perbuat di masa lalu; penyembuhku yang ilahi, aku datang kepada-Mu, mohon Engkau menjamah dan menyembuhkan aku.

Kalau Engkau mau, pasti aku akan sembuh: sembuhkanlah aku karena aku telah melawan-Mu! Tariklah aku kepada-Mu! Oh Yesusku yang manis, datanglah dengan sayap cinta-Mu yang sangat indah itu dan letakkan aku di atas Pundak-Mu seperti induk rajawali menatang anaknya.

Tuhan Yesus, jauhkanlah aku dari kesombongan! Tanamkanlah kerinduan dalam hatiku hanya mencintai-Mu selama aku masih di dunia ini.

Selama ini saya sudah berusaha mencintai-Mu tetapi masih sangat sedikit. Kini tekadku, jika aku harus menyerahkan semua kekayaanku di dunia ini, akan kulakukan demi cintaku pada-Mu. Aku akan menyenangkan hati-Mu dengan apa saja yang bisa kulakukan; aku rela menghentikan apa saja yang menjadi kesenanganku bahkan meninggalkan keluargaku dan aneka hiburan diri.

Demi Engkau, aku serahkan kebebasan dan kehendakku. Hanya kepada-Mu saja ingin kupersembahkan cintaku. Tuhan Yesus, Engkau sumber kebaikan yang tak pernah kering, aku mencintai-Mu! Aku mengasihi-Mu lebih dari segala sesuatu dan aku berharap cintaku ini abadi! Oh Yesusku, kebaikan yang tak terbatas, kupersembahkan diriku kepada-Mu, terimalah aku!

Visitasi kepada Bunda Maria

Bunda Maria, engkau pernah berjanji kepada St. Brigita, “Apapun dosanya, kalau orang itu mau berpaling kepadaku dengan hati yang tulus, aku tidak akan menolaknya; sebaliknya dengan senang hati aku akan menerimanya. Aku tidak akan ragu-ragu memburati dan menyembuhkan luka-lukanya karena untuk itu aku disebut Bunda yang berbelaskasih!”

Bunda, engkau memiliki kuasa dan kerinduan menyembuhkan aku, sungguh aku mengandalkan engkau. Oh ibu surgawi, sembuhkanlah jiwa-jiwa yang terluka!

Bunda Maria kasihanilah aku yang terluka ini. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.