Berani Berubah demi Hidup Lebih Baik

Ketika orang tetap terpaku pada apa yang dicapainya, orang akan sulit mengalami kemajuan yang signifikan. Namun ketika orang berani berubah, orang akan meraih hidup yang jauh lebih baik dan bahagia.

Ada seorang ibu yang merasa hidupnya dibuat menderita oleh teman sekerjanya. Dia menuduh temannya itu telah mengadukan tingkah lakunya yang malas kepada atasannya. Dia mengatakan bahwa karena pengaduan itu membuat dia mesti mulai bekerja keras. Dia diawasi terus-menerus oleh mandor.

Suatu hari, dia berkata kepada temannya itu, “Ini gara-gara kamu, saya mesti bekerja non stop selama berjam-jam. Lihat kulit di jari-jari saya yang mengelupas. Tangan saya menjadi kasar.”

Temannya mengamati tangan ibu itu. Lalu dia berkata, “Seharusnya kamu bersyukur mulai berubah. Kita datang ke sini untuk bekerja, bukan untuk bermalas-malasan. Waktu kamu bermalas-malasan, bonusmu tidak banyak. Sekarang bonusmu meningkat tajam berkat hasil produksi yang kamu buat.”

Ibu itu terdiam. Dalam hati, dia berterima kasih kepada temannya. Berkat temannya itu, dia menjadi orang yang ulet.

Berani berubah | Foto: https://assets.entrepreneur.com/

Perbaiki Cara Hidup

Sering orang mengalami hidup yang tidak berubah, karena dirinya tetap mempertahankan pola lama. Banyak orang sulit sekali bergerak dari pola lama ke pola baru. Padahal dunia cepat berubah. Kemajuan dunia tidak peduli terhadap mereka yang tetap berkutat dengan hidupnya yang lama.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk berani berubah. Ketika pola lama bermalas-malasan dari ibu itu dia tumbuhkan, justru dia biasa-biasa saja. Tetapi ketika dia berubah menjadi orang yang rajin, dia malah menemukan hal-hal yang luar biasa bagi hidupnya. Meski tangannya mengalami perubahan yang kurang begitu baik, tetapi dia mengalami sukacita dengan bonus yang bertambah besar.

Kadang-kadang orang orang tidak mau keluar dari hidupnya yang sudah nyaman. Orang mempertahankan kenyamanan itu, karena mereka merasa hidupnya enak dan penuh sukacita. Namun sebenarnya, orang hidup dalam kesemuan. Orang tidak hidup sungguh-sungguh sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang tinggi.

Karena itu, kita butuh orang lain untuk mengingatkan kita untuk menyadari kondisi diri kita. Kita butuh teguran dari orang lain sebagai pemacu bagi kemajuan hidup kita. Kita mesti berani menghadapi resiko yang mesti kita tanggung. Orang beriman membutuhkan pecutan dari Tuhan, agar mau berubah untuk hidup lebih baik. Selalu semangat. Salam sehat. Tuhan memberkati. **

Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.