Kok Kumat Lagi?

Romo, saya seorang mahasiswi semester 7 berusia 21 tahun. Saat ini saya menghadapi masalah yang sangat berat bagi diri saya. Romo, saya sering melakukan onani sejak di SMP. Namun ketika di SMA, kebiasaan itu sembuh alias hilang. Tetapi setelah tamat SMA sampai sekarang kebiasaan itu mulai lagi. Saya tidak bisa menolak dan menahan nafsu setiap kali hal ini datang.

Romo, apakah hal ini dosa? Langkah apa yang harus saya lakukan agar saya bisa sembuh dan saya harus bagaimana? Sementara dalam hati kecil, saya ingin menjadi biarawati setelah tamat kuliah nanti. Apa efeknya kalau saya sering melakukan onani?

Romo Teja, saya mohon bantuan doa dan bimbingan, agar saya bisa lepas dan bebas dari masalah berat ini. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Salam,

AE

Kumat lagi | Foto: Tabloid KOMUNIO/ KOMSOS KAPal

Saudari AE yang jujur. Ketika membaca suratmu, reaksi pertama adalah betapa Anda jujur dan berani. Anda tidak malu-malu mengungkapkan masalah yang bagi banyak orang adalah rahasia pribadi yang ditutup rapat. Banyak orang masih menganggap masalah ini tabu dibicarakan. Akibatnya, jarang sekali orang mengungkapkan rahasia ini, karena menyangkut harga diri dan rasa malu.

Dari kejujuran dan keberanianmu mengatakannya, saya akan mencoba untuk menjawab masalah Anda.

Pertama-tama masalah onani atau masturbasi adalah masalah orang muda, terutama mereka yang belum menikah. Orang muda, pria atau wanita, yang melakukan praktek onani ini merasa masalah ini biasa dan wajar. Soalnya adalah mengapa mereka melakukan onani?

Para ahli menemukan penyebab utama adalah kompensasi terhadap kesepian, gelisah dan marah. Onani disebabkan juga oleh ketidakmampuan seorang anak muda untuk mengintegrasikan dan mengendalikan dorongan seksual. Ada keinginan berhubungan seks dengan lawan jenis, namun dia tidak berani melakukan itu karena takut menanggung resiko, karena belum siap menerima akibatnya. Akibatnya mereka mencari kepuasan diri melalui onani yang memberikan suatu kenikmatan tanpa resiko. Lewat tindakan seks ini ketegangan diri bisa dikendorkan.

Dari penyebab utama ini, Anda bisa bertanya diri, apakah Anda sering merasa kesepian, bosan, gelisah dan marah? Atau apakah Anda mengalami ketegangan antara angan-angan dan kenyataan? Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Coba direfleksikan lebih dalam.

Praktek onani tidak berefek jelek terhadap kesehatan badan dan jiwa. Hal ini juga tidak menyebabkan seseorang kekurangan darah atau kehilangan gairah seks. Dan mungkin berbagai mitos yang pernah didengar.

Meski praktek onani ini tidak memiliki efek terhadap kesehatan badan dan jiwa, namun tidak berarti kita bisa semaunya boleh melakukan onani. Onani menjadi masalah terutama berkenaan dengan iman dan moral atau antara dosa dan tidak berdosa.

Hal ini masih menjadi debat yang panjang antara para ahli moral dan medis. Tetapi para ahli moral cenderung mengatakan bahwa onani adalah tindakan dosa, terutama dihubungkan dengan masalah mencari kepuasan diri pribadi dan seks sebagai karunia yang diberikan Tuhan untuk menjadi sarana pengembangan keturunan. Gereja Katolik sendiri dengan tegas mengatakan praktek ini adalah dosa.

Kembali kepada masalah Anda. Anda mengatakan praktek onani ini telah berjalan sejak SMP, lalu berhenti sebentar dan dari ketika tamat SMA hingga sekarang kumat lagi. Lalu bagaimana mengatasinya?

Penyebab utama timbulnya praktek onani adalah perasaan kesepian, bosan, gelisah dan marah. Maka cara mengatasinya adalah menghilangkan segala perasaan yang menjadi sebab utama praktek onani ini. Caranya?

Membuat diri menjadi sibuk dan lebih aktif dalam berbagai kegiatan. Misalnya, lebih giat belajar dan memaksa diri untuk berpikir lebih keras mengenai mata kuliah yang dipelajari. Ikut kegiatan olah raga di tempat Anda sekarang ini tinggal, atau mungkin juga kegiatan musik, koor atau apapun yang membuat Anda tidak mengalami perasaan kesepian itu.

Masalahnya adalah praktek onani seringkali dilakukan pada malam hari. Terutama setelah segala kegiatan itu selesai. Nah, saat itulah perasaan kesepian, kegelisahan dan kebosanan itu biasanya muncul. Dalam kesendirian menjelang tidur, dorongan nafsu seks menjadi kuat dan mengganggu. Bila hal itu terjadi, buatlah diri Anda menjadi capek sebelum tidur. Ketika Anda merasa mengantuk Anda langsung bisa tidur, sehingga tidak ada kesempatan untuk berpikir yang macam-macam.

Kiranya juga baik bila Anda mengingat-ingat kembali, bagaimana dulu kok bisa berhenti. Apa yang telah Anda lakukan, sehingga Anda bisa berhenti? Nah, cara itu kiranya juga baik bila dipraktekkan kembali.

Mengenai keinginan Anda untuk menjadi biarawati setelah lulus kuliah, secara prinsip tidak ada masalah. Menjadi masalah bila frekuensi onani ini sudah sedemikian seringnya, misalnya dalam seminggu lebih dari tiga kali.

Keberatan pokok yang menghalangi Anda untuk bisa hidup membiara adalah ketidakmampuan Anda mengendalikan nafsu seks dan integritasnya. Selain itu juga akan menimbulkan masalah dalam hidup selibat bila segala ketegangan hidup yang dialami mendapat kompensasinya dalam pemuasan nafsu. Sungguh ini akan menjadi masalah sangat serius.

Yakini pula bahwa satu hal yang sangat membantu Anda bisa sembuh dari kebiasaan ini adalah kemauan yang keras dan tekat yang kuat untuk bertahan dari dorongan nafsu itu bila suatu saat muncul lagi.

Doa akan menjadi sumber kekuatan bagi Anda. Maka sertailah usaha Anda juga dengan doa yang tiada henti. Berkat Tuhan melimpah.

Anda dapat melanjutkan refleksi Anda dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

Pertama, apa yang Anda lakukan ketika Anda mesti berada dalam situasi di mana kebiasaan lama Anda muncul kembali?

Kedua, bagaimana cara Anda mengatasi kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi berkenaan dengan ‘kumatnya’ kebiasaan lama Anda dalam hidup seksual itu?

Ketiga, sebagai orang beriman, pernahkah Anda bawa persoalan ini dalam keheningan doa bersama Tuhan yang tentu saja mampu membantu Anda? **


V. Teja Anthara SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.