berita katolik, catholic, katolik IYD2023, Katolik, katolik indonesia, kisah inspiratif, Komunio Juni 2023, katekese, komsos kapal, palembang, komisi kepemudaan, youth day, jakabaring sport city

Kerjasama OMK dengan UMKM untuk Meriahkan Indonesian Youth Day 2023

Komunio.id, Palembang – Panitia Indonesian Youth Day III mengundang setiap regio Keuskupan yang ada di Indonesia dan beberapa UMKM di Palembang untuk dapat memeriahkan acara dengan membuka booth pameran atau jualan yang dinamai Windows Shopping.

Para peserta dan pengunjung yang hadir pada Indonesian Youth Day 2023 (26-29 Juni) dapat mengunjungi booth yang telah berdiri.

Peserta IYD 3 window shopping, melihat-lihat booth UMKM dan pameran peserta IYD lain | Foto: Publikasi dan Dokumentasi IYD 2023

Booth OMK Tanjung Enim hadir di Window Shopping Indonesian Youth Day 2023 lengkap dengan produk makanan khas daerah dan benda-benda rohani  seperti salib dan rosario yang akan mereka pasarkan serta TV dan Buku Galeri Foto Gereja Paroki St. Yosef, Tanjung Enim,  yang sedang dalam proses pembangunan. 

Peserta IYD 3 window shopping, melihat-lihat booth UMKM dan pameran peserta IYD lain | Foto: Publikasi dan Dokumentasi IYD 2023

Uniknya, mereka berkerjasama dengan UMKM yang ada di Tanjung Enim memasarkan produk olahan makanan dari Bunga Rosella yaitu bubuk teh, sirop sari bunga rosella, kue pie dan kue kering yang dibandrol dengan harga yang tidak menguras kantong. Bunga Rosella sendiri memiliki manfaat menurunkan tekanan darah, kaya antioksidan, mencegah kanker, diabetes dan kolesterol.

Peserta IYD 3 window shopping, melihat-lihat booth UMKM dan pameran peserta IYD lain | Foto: Publikasi dan Dokumentasi IYD 2023

Tidak hanya itu, ada juga berbagai macam keripik yang terbuat dari ubi dan pisang serta kopi hitam bubuk cap bintang khas daerah di Tanjung Enim.

“Jadi, kami bekerjasama dengan ibu-ibu PKK yang ada di Tanjung Enim untuk memajukan UMKM di daerah kami juga,” tutur Febri, salah seorang OMK Tanjung Enim yang bertugas menjaga booth. 

“Hasil penjualannya nanti kami gunakan untuk pemasukan uang khas wilayah dan bantu-bantu pembangunan gereja yang sudah 75% jadi,” katanya kepada Tim Pubdok IYD III saat diwawancarai. 

Mereka membandrol barang dangangan dengan harga mulai dari 25 ribu hingga 100 ribu rupiah, sehingga tidak terlalu menguras kantong.

**Elizabeth Dian Simanjuntak

Leave a Reply

Your email address will not be published.