Lima Hal yang Anda Perlu Ketahui tentang Pater Dehon

Pater Leo Yohanes Dehon merupakan pendiri Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Kongregasinya kini berkarya di lebih dari 40 negara di dunia. Ada lima hal yang perlu Anda ketahui sebelum beliau mendirikan Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus.

Pater Dehon

Pertama, Leo Yohanes Dehon lahir pada 14 Maret 1843 di La Capelle (Soissons), Prancis. Dia dibesarkan dalam keluarga ningrat yang saleh. Ibunda Leo secara khusus berdevosi kepada Hati Kudus Yesus dan mengajarkannya kepada Leo. Ayahnya bernama Yulius Alexander Dehon dan ibunya bernama Adele Stefania (Fanny) Belzamine Vandelet. Keduanya menikah pada 24 Oktober 1836.

Kedua, saat remaja, Leo Yohanes Dehon merasakan panggilan untuk menjadi imam. Namun ayahnya mempunyai rencana lain untuknya. Sang ayah mengirim Leo ke Sorbornne di Paris untuk belajar ilmu hukum perdata. Sang ayah berharap, putranya akan menjadi seorang pengacara hebat. Leo meraih gelar doktor di bidang hukum perdata pada usia 21 tahun.

Yulius Alexander Dehon

Ketiga, ayahnya ingin agar dia pulang ke kampung halamannya untuk menjalankan praktik hukum, sebagai pengacara. Namun Dehon muda tidak menggubrisnya. Panggilan menjadi imam lebih menarik baginya. Sang ayah tidak hilang akal. Dia berupaya untuk mengalihkan cita-cita Dehon muda dengan memberikan kesempatan untuk jalan-jalan ke wilayah timur, salah satunya Tanah Suci. Namun justru perjalanan itu menguatkan panggilannya menuju imamat.

Keempat, sepulang dari Tanah Suci, Dehon muda memasuki Seminari Prancis Saint Claire di Roma pada Oktober 1865. Dia ditahbiskan sebagai imam Diosesan Soissons pada 19 Desember 1868 di basilika Santo Yohanes Lateran. Sang ayah menghadiri peristiwa yang sangat bersejarah baginya. Di Roma, dia meraih tiga gelar doktor, yaitu Hukum Gereja, Filsafat dan Teologi.

Adele Stefania Belzamine Vandelet

Kelima, setelah menyelesaikan studi imamat dan ditahbiskan di Roma, Dehon muda kembali ke keuskupannya. Uskupnya menempatkan dia sebagai pastor pembantu yang ketujuh di Basilika Saint Quentin, Prancis. Dia membaktikan dirinya bagi anak-anak kaum buruh yang belum menerima Komuni Pertama dengan membuka pastoran sebagai tempat belajar mereka. Dia memberikan pelajaran katekese untuk mereka. Pada siang hari dia mengunjungi kaum buruh pabrik dan mendekati para pengusaha di kota industri Saint Quentin. Dia mengajak para imam untuk pergi kepada rakyat (umat).

**Frans de Sales SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.