Tabernakel Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Saat kita memasuki Gereja Katolik, pandangan kita selalu tertuju pada sebuah kotak di mana ada lampu yang menyala di dekatnya. Yups! Itu tabernakel. Apa itu tabernakel? Mengapa di Gereja Katolik ada tabernakel? Apa fungsi tabernakel?

Musa memimpin Bangsa Ibrani menuju tanah terjanji | Foto: Pinterest

Ingat kisah dalam kitab keluaran? Tepatnya waktu bangsa Ibrani, nenek moyangnya Bangsa Israel, menggembara di padang gurun menuju tanah Kanaan? Waktu menggembara ini, mereka tidak punya, katakanlah tempat ibadah, di mana mereka berjumpa dengan Yahwe, dengan Allah.

Lalu, Allah meminta Musa, yang saat itu memimpin bangsa Israel dalam penggembaraan, untuk membuat kemah suci atau kemah pertemuan, yang dalam Bahasa Ibrani disebut משכן.

“Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.”

(Keluaran 25:8)

Kemah Suci atau Tabernakel yang diminta oleh Allah | Foto: Kabel Multimedia

Kemah suci ini menjadi tempat ibadah yang bisa dipindah-pindah atau katakanlah portable. Bayangin, mereka bongkar pasang kemah suci itu selama 40 tahun, guys, dari Sinai sampai ke tanah Kanaan. Buat kemah suci ini pun tidak main-main. Dalam Kitab Keluaran, Allah mendiktekan apa bahan bakunya dan desainnya (Lih. Keluaran 25-30).

Misalnya, di dalam kemah ada tabut perjanjian yang harus dibuat buat dari kayu penaga, panjangnya dua setengah hasta, lebarnya satu setengah hasta, tingginya satu setengah hasta (bdk. Keluaran 25:11). Tabut itu harus dilapisi emas murni (bdk. Keluaran 25:12) dan masih banyak lagi.

Kemah suci dalam Bahasa Inggris disebut tabernacle, aksen yang sama seperti Bahasa kita, yang diambil dari kata Latin tabernaculum yang artinya kemah. Nah, jika di Perjanjian Lama tabernakel menjadi tampat kehadiran Tuhan, maka bagaimana dengan tabernakel yang digunakan dalam Gereja Katolik?

Gereja Katolik menamainya tabernakel, karena di tempat inilah Kristus bersemayam dalam Ekaristi | Foto: Pinterest

Gereja Katolik menamai tabernakel, karena tempat ini digunakan sebagai tempat, di mana Tubuh Tuhan Yesus bersemayam atau berdiam dalam rupa Ekaristi. Bentuk tabernakel itu seperti apa, letaknya di mana, diatur dalam Kitab Hukum Kanonik.

Secara singkat, tabernakel harus terbuat dari bahan yang keras, yang tak tembus pandang dan terkunci guna terhindar dari profanasi. Tabernakel terletak pada suatu bagian gereja atau ruang doa yang mencolok, tampak, dihias pantas, layak untuk doa (Bdk. KHK 398 §2-3).

Nah, sebelum abad ke-17, bentuk tabernakel belum seperti sekarang ini. Dulu, Sakramen Mahakudus disimpan di pyx yaitu wadah bundar yang terbuat dari logam mulia, ada juga yang bentuknya burung merpati, yang digantung di atas altar dengan rantai atau tali.

Di abad ke-17, barulah dibuat aturan yang menyeragamkan bentuk tabernakel, yang bentuknya seperti yang kita lihat sekarang ini. Lalu, untuk apa Sakramen Mahakudus disimpan di dalam Tabernakel?  

Guys, dalam tradisi Gereja, komuni suci juga diterimakan kepada mereka yang tidak bisa ikut Misa: orang-orang sakit, bahkan yang sudah dekat dengan ajal. Maka, Sakramen Mahakudus disimpan untuk mereka-mereka ini. Juga, sebagai devosi adorasi, di mana setiap kita masuk dalam gedung gereja, kita menatap tabernakel yang tertutup dengan lampu yang menyala, kita berlutut di hadapan Sakramen Mahakudus dan berdoa berdoa dihadapan Tuhan Yesus, yang sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. **

Kristiana Rinawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.