30 Langkah Menuju Kesucian (18)

Kristus Berkarya dalam Jiwa

(Sumber: F. Maucourant, A POCKET RETREAT FOR CATHOLICS, Sophia Institute Press, Manchester, New Hampshire, 2000)

Doa

“Ya Yesus Tuhanku,
Kupersembahkan hati, kehendak dan perasaanku kepadaMu.
Satukanlah semua itu dengan HatiMu,
Supaya semua perbuatanku adalah tanda baktiku kepadaMu!” Amin.

Kristus berkarya dalam jiwa | Foto: Pinterest

Pengajaran

“Tatkala Kristus tinggal dalam jiwa kita, Dia akan ‘menampakkan diri’ dalam karya-karya yang kita lakukan. Ini seperti pohon jeruk. Dia tumbuh dari biji yang sangat kecil. Demikian juga kasih Kristus dalam jiwa kita. Kasih itu akan menjadi sumber semua perbuatan kita!”

Sebagaimana Ia hidup dalam jiwa, demikian juga Dia akan hidup dalam semua dimensi kehidupan kita. Bila Ia merajai hati kita, semua perbuatan kita akan mewujudkan kasihNya. Ia akan hidup di mata, mulut dan tangan kita,” kata St Fransiskus dari Sales.

Ketika kita serahkan jiwa kepadaNya, Ia yang mahakuasa akan menguasai kita; dan perbuatan yang kita lakukan senantiasa di dalam dan oleh Dia.

Kristus terus-menerus rindu bertindak dalam jiwa kita.
Pada suatu hari Tuhan kita Yesus Kristus berkata kepada St Mechtilda, “Hiduplah di dalam Aku sepenuhnya! Lihatlah semua pekerjaan baik yang kamu lakukan adalah milikKu bukan milikmu. Sadarilah bahwa engkau hanya semacam pakaian di mana Aku ada di dalamnya untuk membimbingmu dalam melakukan perbuatan baik pada semua jalan hidupmu!”

“Yesus sungguh hidup,” kata St Fulgentius, Ia tidak selamanya di kuburan. Dia tidak pasif menunggu dan mati di dalam diri kita. Di dalam jiwa kita, Dia hidup dan meraja. Ia merajai semua tindakan kita. Ia hadir sebagai partner yang sedang mengerjakan pekerjaan keselamatan dalam diri kita. Itulah Dia! Demi kemuliaan Bapa-Nya, Ia bekerja bersama kita; tanpa lelah dan tanpa henti, dan dengan tangan IlahiNya Ia membentuk dan mengangkat kita sampai jiwa kita menyerupai jiwaNya, dan kita menjadi Anak Allah yang lain, yaitu Kristus baru, ciptaan yang bermahkotakan kesucian!”

Dalam pokok anggur, akar memberikan kehidupan ke carang-carangnya dengan cara menginfuskan nutrisi melalui getahnya. Getah mengalir ke pohon-pohon, dan dari pohon keluarlah daun, bunga dan tandan buah. Seperti itulah pokok anggur yang benar! Tuhan kita Yesus Kristus merangsung jiwa kita yang adalah carang-carangNya dengan aneka cara, agar kita membuahkan kesucian.

Kita telah membaca Sabda Allah yang menggetarkan, “Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik!” (Mat 7:17). Kita adalah pohon yang baik selama kita tinggal bersama Yesus batu karang perlindungan, karena pada saat itu rahmatNya senantiasa tercurah untuk kita.

“Allah-lah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya” (Fil 2:13). Ia membimbing kita dalam aktivitas kita. Ia membuat kita berbuah limpah; di sana tidak satu menit pun tanpa bisikan Allah dan bantuanNya kepada kita untuk berbuat yang lebih baik. “Karena inilah kehendak Allah: menguduskanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan! (1Tes. 4:3).

Mohonlah agar kehendak kita menyatu dengan kehendakNya, sehingga kita menerima mahkota kebaikanNya dan serentak menghasilkan penenan yang berlimpah. Dia telah menabur dan Dia telah memberi daya tumbuh! Kita yang memelihara dan kita pula yang menikmati penenanNya.

Inilah Hidup Ilahi Sumber Nilai-nilai Luhur dalam Perbuatan Kita

Mari kita sebarkan kehidupan Ilahi tatkala kita bekerja dalam Dia. “Permadani yang berwarna-warni indah bukan karena karpetnya yang indah tetapi karena kombinasi warna yang harmonis. Demikian juga karya-karya orang kristiani menjadi mengagumkan bukan karena perbuatan itu sendiri, tetapi karena diwarnai oleh darah Anak Domba Allah!” kata St Fransiskus dari Sales.

Pikiran, keinginan dan perbuatan kita menjadi indah dan tak ternilai harganya karena semua terangkum dalam keutamaan Ilahi dan ditransformasi oleh kuasa yang Ilahi itu.

Siapa saja yang bersatu dengan Dia, Dia sendiri yang melakukan perbuatan besar dalam orang itu! Yesus Kristus ada dalam pikiran, hati, nafas, tangan, lidah, mata dan kaki mereka. Apa yang dilakukan oleh Sang Penyelamat Ilahi? Ia mencurahkan hidup baru dalam jiwa orang itu. Ia hidup di dalam hatinya. Ia mengerti melalui pikirannya. Ia hidup dalam nafasnya. Ia melihat dengan matanya. Ia berbicara dengan lidahnya dan Ia menguasai jiwa orang itu. Tatkala aku bertindak dalam kuasa Yesus Juruselamatku, tak satu pun yang hilang dari diriku! Sebaliknya aku semakin disempurnakan olehNya!

Bucket Rohani

“Bukan kamu yang berbuat, tetapi Akulah yang berbuat dalam dirimu,” kata Yesus kepada St Margareta Maria.

Yohanes Haryoto SCJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.