Setiap 29 September, Gereja Katolik memperingati Pesta Malaikat Agung Mikael, Gabriel, dan Rafael. Mengapa Gereja Katolik memperingati pesta ini? Dan siapakah mereka? Yuk, baca artikel ini sampai habis!

Dalam iman, Gereja Katolik mempercayai ada makhluk rohani tanpa badan. Mereka adalah para malaikat. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa ini adalah kebenaran iman. Kita bisa membacanya dalam Kitab Suci dan melihatnya dalam Tradisi Gereja.
“Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan ‘malaikat’, adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas.”
(Katekismus Gereja Katolik 328)
Paus Benediktus XVI mengajarkan dua aspek tentang malaikat, yaitu makhluk yang berdiri di hadapan Tuhan dan utusan Tuhan. Ini sesuai dengan ketiga nama Malaikat Agung: Mikael, Gabriel, dan Rafael, diakhiri dengan kata “El”, yang berarti “Tuhan”. Artinya, Tuhan tertulis dalam nama mereka dan dalam sifat mereka.

Malaikat Agung Mikael
Nama Mikael dalam bahasa Ibrani berarti ‘siapa yang seperti Tuhan?’. Mikael juga dikenal sebagai ‘pangeran bala tentara surgawi’. Mikael digambarkan dalam sosok gagah yang berbaju besi, membawa pedang, dan menginjak iblis.
Nama Mikael muncul dua kali dalam Kitab Suci Ibrani, tepatnya dalam Kitab Daniel. Seturut Tradisi Yahudi, Mikael digambarkan sebagai pembela Bangsa Israel.
“Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.”
(Daniel 10:13)
Dia juga dikatakan melindungi bangsa Israel dalam kesesakan besar.
“Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.”
(Daniel 12:1)
Dalam Perjanjian Baru, nama Mikael muncul dalam Surat Yudas (Yudas 1:9) dan Kitab Wahyu (Wahyu 12:7).
Dari Kitab Wahyu, kita dapat melihat bagaimana Mikael dan malaikat-malaikat surgawi berperang melawan iblis.
“Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.”
(Wahyu 12:7-8)
Iblis itu digambarkan dalam rupa naga besar dan ular tua. Mikael memenangkan pertempuran itu dan iblis para malaikatnya dilemparkan ke bumi.
“Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.”
(Wahyu 12:9)
That’s why, Gereja kita punya tradisi meminta perlindungan Malaikat Agung Mikael, saat berada dalam pertempuran melawan iblis. Misalnya saja, dalam ritual eksorsis.

Malaikat Agung Gabriel
Nama Gabriel berarti ‘Tuhan adalah kekuatanku.’ Namanya muncul sebanyak empat kali kali dalam Alkitab, dua kali dalam Kitab Daniel, di mana Gabriel menjelaskan tentang penglihatan Daniel akan akhir zaman (Daniel 8:16-26).
Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia, saat ia sedang beribadah, membakar ukupan.
“Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.”
(Lukas 1:11-12)

Malaikat Agung Gabriel memberitahukan kabar gembira kelahiran Santo Yohanes Pembaptis.
“Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes’.”
(Lukas 1:13)
Dia juga yang mengatakan bahwa Zakharia akan menjadi bisu, karena ketidakpercayaannya akan berita ini. Maklum guys, saat mengandung Yohanes, ia dan Elisabeth sudah lanjut usia.
“Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
(Lukas 1:19-20)

Malaikat Gabriel juga membawa kabar gembira kepada Bunda Maria, tentang inkarnasi Tuhan kita Yesus Kristus.
“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
(Lukas 1:31-33)
Malaikat Gabriel digambarkan dengan simbol membawa tongkat dan bunga bakung.

Malaikat Agung Rafael
Rafael dalam Bahasa Ibrani berarti Tuhan yang menyembuhkan. Kisahnya dapat kita baca di Kitab Tobit, di mana Malaikat Rafael menemani Tobias, anak Tobit, untuk berkelana.
“Sahut Rafael: ‘Aku mau pergi bersama dengan anakmu. Jangan kuatir! Kami berangkat dengan sehat walafiat dan dengan sehat walafiat kami nanti kembali pula! Sebab jalannya aman’.”
(Tobit 5:17)
Dia juga yang menyembuhkan Sara dari gangguan asmodeus, melalui jantung dan hati ikan yang diasapi.
“Sahut malaekat itu: ‘Jantung dan hati itu boleh diasapkan di depan laki-laki atau perempuan yang kerasukan setan atau roh jahat. Lalu segenap gangguan lenyap dari padanya dan tidak tinggal lagi padanya untuk selama-lamanya’.”
(Tobit 6:8)

Rafael juga menyembuhkan mata Tobit yang buta dengan empedu ikan.
“Empedu itu hendaknya diurapkan pada orang yang matanya kena bintik-bintik putih, niscaya bintik-bintik itupun hanya tinggal ditiupi saja lalu sembuh pulalah orang itu.”
(Tobit 6:9)
Dalam Talmud Yahudi, Rafael adalah salah satu dari ketiga malaikat, yaitu Mikael dan Gabriel, yang menampakkan diri kepada Abraham di pohon tarbatin di Mamre, Hebron (Kejadian 18:2).

Seturut Tradisi Gereja Katolik, Malaikat Rafael adalah malaikat penyembuh. Ia sering digambarkan sebagai pemuda yang membawa tongkat dan ikan, yang berjalan bersama Tobias.
Malaikat Agung Mikael, Gabriel, dan Rafael, doakanlah dan lindungilah kami. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Tuhan memberkati!
** Kristiana Rinawati
