Tahta Suci Menggarisbawahi Dukungan bagi Perdamaian dan Pembangunan di Afrika

Pada pertemuan UNCTAD mengenai pembangunan ekonomi di Afrika, Pengamat Tetap Takhta Suci, Uskup Agung Ettore Balestrero, menggarisbawahi dukungan Gereja terhadap pembangunan manusia dan perlunya perdamaian dan kemakmuran di seluruh benua.

Takhta Suci telah menggarisbawahi dukungannya terhadap pembangunan ekonomi di benua Afrika pada pertemuan bertema tersebut yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada tanggal 20 November.

Sesi Eksekutif ke-74 Dewan Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD) bertemu untuk membahas status dan dukungan terhadap inisiatif yang mendorong pembangunan ekonomi di Afrika melalui pemanfaatan rantai pasokan global yang padat teknologi.
UNCTAD menawarkan dukungan kepada negara-negara berkembang sehingga mereka dapat mengakses manfaat ekonomi global secara lebih adil dan efektif, dengan saran dan bantuan ahli dalam mempromosikan perdagangan, investasi, keuangan, dan teknologi sebagai sarana pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Perdamaian dan Kemakmuran

Dalam pernyataannya pada pertemuan tersebut, Uskup Agung Ettore Balestrero, Pengamat Tetap Tahta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, mengatakan bahwa Tahta Suci memiliki tujuan yang sama dengan UNCTAD dalam mendukung pembangunan manusia, dan mendorong perdamaian dan kemakmuran di seluruh Afrika.

Ia juga memuji “strategi yang disoroti untuk pemanfaatan sumber daya Afrika yang kaya secara adil dan penggunaannya untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan regional.”

Pada saat yang sama, ia menyatakan apresiasinya terhadap UNCTAD, dengan menggarisbawahi “kebutuhan mendesak untuk fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan peluang kerja yang layak, dan memerangi kemiskinan dan kesenjangan.”

Perwakilan Tahta Suci menawarkan dukungan bagi upaya yang menjamin “integrasi yang adil semua negara ke dalam rantai pasokan global”.

Dia mengutip ensiklik Fratelli tutti dari Paus Fransiskus ketika dia mengatakan bahwa tidak ada orang “yang dapat tetap dikucilkan karena tempat kelahirannya, apalagi karena hak istimewa yang dinikmati oleh orang lain yang lahir di negara yang memiliki peluang lebih besar.”

Kaum muda di Sudan Selatan (nicolaberti_cuamm)

Komitmen Terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Mengupayakan pendekatan yang terdiversifikasi dan tangguh terkait pengadaan bahan mentah dan barang dari Afrika dapat membantu pembangunan ekonomi, demikian pernyataan tersebut, sekaligus mengatasi tantangan terkait tenaga kerja, infrastruktur, dan teknologi untuk mewujudkan “aspirasi bersama untuk Afrika yang sejahtera bagi semua orang”.

Sebagai penutup, Uskup Agung Balestrero mencatat bahwa untuk mencapai kemajuan, diperlukan upaya signifikan untuk mengeluarkan potensi besar perekonomian Afrika, yang memerlukan “komitmen kolektif untuk menerapkan strategi yang diusulkan secara efektif.”

Ia menambahkan bahwa “Tahta Suci akan terus memainkan perannya dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia, dan khususnya di Afrika,” sembari bekerja sama dengan UNCTAD dan organisasi internasional lainnya untuk mencapai tujuan ini. **

Vatican News

Leave a Reply

Your email address will not be published.