Audiensi Paus: Kebajikan Kehati-hatian Menuntun Kita Menuju Kekudusan

Dalam Audiensi Umum hari Rabu, Paus Fransiskus melanjutkan seri katekese tentang kebajikan dan keburukan, minggu ini beralih ke kebajikan kehati-hatian, dan menggarisbawahi rekomendasi Yesus untuk bersikap bijaksana agar kita menjadi 'orang-orang kudus yang cerdas.'

Yesus tidak hanya ingin kita menjadi orang-orang kudus, namun menjadi orang-orang yang ‘cerdas’, dan dengan menerapkan kebajikan kehati-hatian, membantu kita menjadi orang-orang yang cerdas. Paus Fransiskus menyampaikan hal ini dalam Audiensi Umum mingguannya pada Rabu pagi di Vatikan.

Pada awal Audiensi, Bapa Suci menjelaskan bahwa ia akan meminta seorang asisten, Pastor Pierluigi Giroli dari Sekretariat Negara Vatikan, untuk membacakan untuknya.

Paus Fransiskus pada Audiensi Umum (AFP atau pemberi lisensi)

Keutamaan Utama dari Kehati-hatian

Minggu ini, Paus Fransiskus melanjutkan seri katekese tentang keburukan dan kebajikan. Setelah beberapa bulan membahas keburukan, minggu lalu dia beralih ke diskusi tentang kebajikan, dan minggu ini, membahas keutamaan dengan hati-hati.

Kehati-hatian, kenang Paus Fransiskus, adalah salah satu dari empat kebajikan utama yang, bersama dengan kebajikan teologis iman, harapan dan kasih, “merupakan pilar kehidupan Kristiani yang terintegrasi.”

Yesus sering mendorong murid-murid-Nya untuk menerapkan kebajikan ini, Paus Fransiskus menekankan, khususnya dalam Perumpamaan-Nya.

‘Alasan yang Tepat dalam Tindakan’

Kebajikan tersebut, kata Bapa Suci, adalah kemampuan untuk menggabungkan kecerdasan dan kreativitas, kesederhanaan dan kecerdikan, memahami kompleksitas situasi, dan kemudian mengevaluasi solusi yang mungkin.

Menyarankan agar hal ini menerapkan kebijaksanaan yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu sambil mengantisipasi kebutuhan di masa depan, Paus mengingatkan bahwa Pujangga Gereja, Santo Thomas Aquinas, menyebut kehati-hatian sebagai “alasan yang tepat dalam bertindak.”

Paus Fransiskus mengakhiri dengan mendorong umat beriman untuk menerapkan kehati-hatian setiap hari saat mereka melakukan perjalanan menuju Surga.
** Deborah Castellano Lubov

Diterjemahkan dari: Pope at Audience: Virtue of prudence leads us toward holiness

Baca juga: Bacaan Liturgi Rabu, 20 Maret 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published.